Usai Terima 129 Rumah Gratis, Warga Desa Ini Dapat Fasillitas Sanitasi

Big Banner

Setelah satu tahun silam membangun 129 rumah gratis bagi warga kurang mampu, pengembang properti Farpoint kembali memberikan bantuan berupa fasilitas sanitasi. Pembangunan sanitasi tersebut dilakukan di Desa Margamulya, Desa Tanjung Anom, dan Desa Kedung Dalem. 

Kesejahteraan lingkungan memang tak bisa dilihat hanya dengan pembangunan fisik, tapi juga sistem dan kebersihan. Berangkat dari situ, Farpoint lagi-lagi merangkul Habitat for Humanity (HfH) Indonesia untuk menciptakan kebersihan lingkungan di Desa Kedung Dalem, Kec. Mauk, Kab. Tangerang. 

Pasalnya, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PeRa) pada Agustus 2015 lalu, sebanyak 39 persen penduduk Indonesia belum memiliki akses sanitasi yang layak, sehingga berdampak pada kualitas hidup yang kurang baik.

“Ketersediaan akses sanitasi sangat berpengaruh terhadap derajat kualitas kehidupan masyarakat, salah satunya dalam membiasakan diri berperilaku hidup bersih. Di sinilah kami berusaha membantu memenuhi kebutuhan akses sanitasi yang layak,” ucap Jusup Halimi, CEO Farpoint di sela-sela kunjungan ke Desa Kedung Dalem. 

Terpilihnya Desa Kedung Dalem sebagai lokasi penerima program CSR Farpoint bukan hanya karena tempat serta lingkungannya yang dinilai layak mendapat bantuan, tapi juga kedekatannya dengan Jakarta, sehingga memudahkan proses pengawasan saat pembangunan. 

Pembangunan rumah yang telah dilakukan mencakup luas sekitar 27 m2 dengan 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Sementara komunal toilet yang rencananya akan ada sebanyak 17 buah (masing-masing terdiri dari 3 MCK), kabarnya mampu menampung hingga 255 kepala keluarga.

Sementara di lain pihak, Samsul, salah satu warga yang merasakan program ‘Home for Home’ dari Farpoint mengaku bahwa kini tempat tinggalnya jauh lebih nyaman dari sebelumnya. Pembangunan komunal toilet juga diakuinya akan sangat berimbas pada kelangsungan hidup masyarakat Kedung Dalem, mengingat sebagian besar masyarakatnya yang belum memiliki akses air bersih dan tempat sanitasi yang layak. Menurut Samsul, selama ini warga masih mengandalkan aliran sungai, seperti untuk mencuci, mandi, hingga buang air. 

Di sisi lain, kendati tidak berhubungan langsung dengan penjualan, Jusup melanjutkan bahwa program Home for Home masih akan terus berlanjut.  

“Secara langsung, program CSR kami memang tidak berimbas pada penjualan. Tapi kami menawarkan value lebih kepada mereka (konsumen), bahwa setiap pembelian satu unit produk kami akan mendapatkan satu unit lain yang berguna bagi mereka yang membutuhkan,” tutupnya.

Selain peresmian komunal toilet dan pembangunan rumah untuk warga yang kurang mampu, acara yang diadakan pada hari Kamis, 26 November 2015 lalu itu juga meliputi penggambaran mural untuk toilet, pengecatan rumah warga yang dilakukan oleh karyawan Farpoint, serta sosialisasi tentang cara mencuci tangan dan sikat gigi yang baik.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me