Pelemahan Ekonomi Tidak Berdampak pada Harga Properti

Big Banner

WE Online, Jakarta – Harga bangunan dan tingkat sewa dari sejumlah sektor properti seperti apartemen dan ritel di wilayah DKI Jakarta masih mengalami peningkatan tetapi pertumbuhannya tidak sepesat beberapa tahun lalu karena adanya perlambatan perekonomian secara nasional.

“Meski adanya tekanan beban seperti pertumbuhan ekonomi yang melesu, harga apartemen secara keseluruhan masih menunjukkan pertumbuhan kecil dari 3,4 persen antarkuartal (qtq) dan 11,2 persen antartahun (yoy) menjadi Rp29,87 juta per meter persegi,” kata Associate Director Research Colliers International Indonesia (konsultan properti) Ferry Salanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (26/11/2015).

Menurut dia, peningkatan tersebut dinilai antara lain karena penyesuaian harga yang dilakukan pihak pengembang karena sejumlah proyek bangunan tempat tinggal mereka hampir selesai.

Selain itu, ia juga mengemukakan bahwa tingkat rata-rata sewa di sejumlah pusat perbelanjaan di wilayah ibukota meningkat 6,1 persen yoy menjadi sekitar Rp542.000 per meter persegi per bulan pada kuartal III 2015.

Hal tersebut, lanjutnya, antara lain karena jumlah ruang ritel yang terbatas yang digabungkan dengan faktor banyak mal melakukan pemutakhiran bangunan sehingga membuat pihak pengelola meningkatkan biaya sewa mereka qtq.

Sebelumnya, Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia triwulan III-2015 mengindikasikan adanya perlambatan pertumbuhan harga properti residensial (bangunan untuk tempat tinggal) di pasar primer.

Hal tersebut tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial pada triwulan III-2015 yang tumbuh sebesar 0,99 persen (qtq) atau 5,46 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang tercatat 1,38 persen (qtq) atau 5,95 persen (yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan, perlambatan pertumbuhan harga terjadi pada semua tipe rumah dengan perlambatan terbesar terjadi pada rumah tipe kecil (1,02 persen, qtq).

“Melambatnya kenaikan harga diperkirakan masih akan berlanjut pada triwulan IV-2015,” ujar Tirta di Jakarta, Rabu (11/11).

Perlambatan kinerja properti juga tercermin dari pertumbuhan penjualan properti residensial pada triwulan III-2015 yang sebesar 7,66 persen (qtq), lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang sebesar 10,84 persen (qtq). (Ant)

Editor: Achmad Fauzi

Foto: Sufri Yuliardi

wartaekonomi.co.id