Mayoritas Konsumen Apartemen Tidak Menggunakan Kredit Bank

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Regulasi Bank Indonesia (BI) yang melarang bank menyalurkan KPR/KPA untuk pembelian properti inden (belum jadi atau masih berupa gambar) mempengaruhi struktur pembiayaan di sektor properti. Paling terpengaruh sektor apartemen yang pembangunannya berbeda dengan rumah tapak (landed house). Berapa pun yang terjual apartemen harus dibangun langsung. Untuk menghindari risiko pengembang menawarkan pembelian dengan cara angsuran langsung ke pengembang (installment). Ini siasat agar tetap bisa berjualan kendati tidak ada KPA dari bank. Jangka waktunya variatif, rata-rata 24 – 36 bulan, bahkan ada yang hingga 60 bulan (5 tahun).

Ilustrasi

Ilustrasi

Pengembang perumahan khususnya yang membidik segmen menengah ke atas juga banyak yang menerapkan skema pembayaran langsung ke developer. Penawaran ini merupakan cara win-win solution karena kedua belah pihan diuntungkan. Konsumen mengeluarkan dana lebih kecil karena tidak perlu membayar biaya KPR yang besarnya 6-7 persen dari nilai kredit, sementara pengembang dapat menjual produknya. Konsumen menengah ke atas menerima pembayaran installment karena untuk rumah kedua yang menggunakan KPR depe-nya besar 30 persen. Untuk rumah ketiga uang mukanya 40 persen.

Tren pembayaran tunai bertahap ini pada akhirnya menjadi saingan bank dalam penyaluran KPR/KPA. “Bahkan untuk KPA porsi penyaluran kami itu kecil sekali tidak sampai 3 persen dari total seluruh kredit karena konsumen hampir semuanya mencicil ke pengembangnya,” ujar Suryanti Agustinar, Senior Vice President Non Subsidized Mortgage & Consumer Lending Division Bank BTN, kepada housing-estate.com di Jakarta, Kamis (26/11).

Kendati menjadi alternatif cara pembayaran yang cukup fleksibel Suryanti mengingatkan skem aitu bukan cara yang aman bagi konsumen. Pengembang, imbuhnya, bukanlah lembaga yang tepat untuk meyalurkan kredit karena desain perusahaannya bukan untuk itu.

“Ini sangat berisiko karena konsumen tidak ada perlindungan selain untuk pengembangnya juga berisiko. Kalau pembayaran konsumennya macet bagaimana nasib proyeknya nanti? Jadi sebaiknya tetap melalui bank dan Bank BTN sudah menyiapkan skema kredit yang sangat lengkap mulai KPR-KPA untuk konsumen maupun kredit lahan, kredit konstruksi, kredit modal kerja, hingga kredit kontraktor untuk kalangan pengusahanya dan pastinya lebih aman,” tandasnya.

housing-estate.com