Rumah Tapak Rp 126 juta di Bogor Diserbu Pembeli

Big Banner

Bogor – Rumah tapak bersubsidi yang dikembangkan oleh ISPI Group sebanyak 200 unit dengan harga Rp 126 juta, di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat diserbu oleh konsumen.

Rumah murah tersebut merupakan bagian dari program pemerintah mewujudkan sejuta rumah bagi masyakarat berpenghasilan rendah (MBR).

“Pasti hari ini habis, karena dari 200 unit yang kami tawarkan itu yang memesan mencapai 323 orang, tentu ini luar biasa tingginya minat masyarakat memiliki rumah,” kata Komisaris Utama ISPI Preadi Ekarto, di sela acara peluncuran klaster Amarylis, di Cileungsi, Sabtu (28/11).

Perumahan murah bertajuk klaster Amarylis ini berada dalam kawasan hunian Mutiara Venezia Residence seluas 20 hektare. Ada sekitar 200 unit yang ditawarkan, dengan tipe rumah luas bangunan (LB) 23 m² dan luas tanah (LT) 60 m² dibangun di atas lahan seluas 2 hektare lebih.

“Peluncuran klaster Amarylis ini, harganya murah, karena memang diperuntukkan bagi MBR dan bersubsidi. Kami sebagai pengembang ingin membantu pemerintah mewujudkan rumah yang nyaman dan murah,” kata Preadi.

Menurutnya, klaster Amarylis dengan menggunakan standar subsidi, maka konsumen yang membeli bisa mengakses fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Artinya, konsumen hanya membayar uang muka 1% dan suku bunga 5% dengan tenor cicilan hingga 20 tahun.

“Karena ini rumah subsidi, maka kami berikan uang mukanya hanya 1% saja dan BTN memberikan bunga 5% selama 20 tahun,” ujarnya.

Preadi mengakui bahwa, kebutuhan akan rumah bersubsidi masih sangat tinggi. Hal ini terlihat dari antusiasme konsumen yang datang ke lokasi dan menunggu untuk mendapatkan rumah. Karena itu, ISPI akan kembali meluncurkan hunian murah di sejumlah lokasi di Jabodetabek.

“Produk rumah ini adalah yang terakhir kami tawarkan di kawasan Cileungsi, dan selanjutnya kami akan mengembangkan perumahan baru di kawasan lainnya,” kata dia.

Klaster Amarylis di perumahan Mutiara Venezia Cileungsi sebanyak 200 unit merupakan klaster terakhir yang dikembangkan oleh ISPI Group di atas lahan seluas 20 hektare. Seperti diketahui bahwa klaster sebelumnya sudah terbangun sebanyak 1.500 unit rumah dengan komposisi 70% didedikasikan sebagai rumah Fasilitas Likuididtas Pembiayaan perumahan (FLPP) untuk MBR dan 30 % rumah komersial.

“Penjualan klaster Amarylis ISPI Group mengharapkan dapat meraup penjualan senilai Rp 25 miliar,” ujarnya.

Investor Daily

Imam Muzakir/HA

Investor Daily

beritasatu.com