Perusahaan Properti AS Mulai Bidik Pasar Indonesia

Big Banner

Perusahaan pembiayaan investasi (investment fund) sektor properti berbasis di Amerika Serikat (AS), Mount Helix Holdings, mulai membidik investor asal Indonesia memiliki investasi properti di negara Paman Sam, Amerika Serikat. Amerika Serikat merupakan satu dari empat negara yang menjadi tujuan investasi properti warga Indonesia, di samping Singapura, Malaysia, dan Australia.

Melihat potensi investor properti asal Indonesia yang cukup besar, Mount Helix Holdings, sebuah perusahaan pendanaan properti asal Amerika masuk ke pasar Indonesia untuk menawarkan para investor berinvestasi di AS.

Mount Helix Real Estate ( Mount Holix Holix Holdings) berdiri sejak Januari 2009 dan bergerak dalam real estate investment fund dan berkantor pusat di San Diego California AS. Perusahaan ini fokus utamanya adalah mengakuisisi rumah single family home), merenovasinya, dan menyewakannya kepada warga berpenghasilan rendah yang tak mampu membeli rumah dan tak dapat mengakses fasilitas KPR. Para penyewa rumah-rumah tersebut memiliki beberapa pra syarat, yakni harus memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap dan tidak memiliki rekor kriminal

Konsumen yang ingin berinvestasi di AS hanya perlu menggelontorkan dana minimal 70 ribu dollar AS atau setara dengan Rp959 juta, investor akan memiliki rumah dan tanah, penyewa, serta uang sewa 9% – 11% per tahun.

“Investor menginginkan capital gain, cash flow, dan rental yield dari properti yang dibeli. Kami menawarkan itu semua. Memang bisnisnya mirip dengan investor properti tradisional, hanya saja skala kami lebih besar, hingga jutaan Dolar” kata Claire Lisin, Asia Pacific Operation Director Mount Helix.

Tak hanya itu, jelasnya, rumah yang dimiliki investor akan dikelola oleh manajemen properti Mount Helix yang merawat rumah dan memastikan penyewa tinggal dengan nyaman. Mount Helix juga menjanjikan rental insurance kepada para investor. Berbeda dengan rental guarantee yang hanya berlaku beberapa tahun, rental insurance berlaku seumur hidup, selama polis asuransi terus diperpanjang.

“Investasi properti di Amerika tidak sulit. Saya juga warga negara asing di Amerika dan sudah lima tahun berinvestasi di Amerika dan kemudian bergabung bersama Mount Helix” kata Claire yang merupakan warga negara Singapura.

Dengan kantor pusat di San Diego dan beberapa kantor manajemen properti di New York dan 5 negara bagian lainnya, Mount Helix saat ini telah memiliki sekitar 4.000 rumah dan 45.000 unit apartemen. Namun khusus untuk penanam modal asing, Mount Helix dengan tegas menyarankan investasi dalam bentuk rumah, bukan apartemen.  

“Harga rumah bervariasi, mulai USD65 ribu hingga USD150 ribu untuk rumah yang berpotensi untuk menghasilkan arus kas dan pengembalian modal yang baik,” jelas Joe Nelson, CEO Mount Helix melalui sambungan teleconference.

Untuk berbagi pengetahuan dengan pasar Indonesia, Mount Helix akan mengadakan agent gathering (2/12) di Hotel Mulia and investor gathering (5/12) di Hotel Pullman Thamrin.

“Saat ini fokus kami memang masih dalam tahap mengedukasi pasar, dengan penjualan sebagai tambahan untuk sementara ini. Oleh sebab itu kami belum memiliki target penjualan di Indonesia. Namun kami membuka kesempatan yang sebesar-besarnya untuk para agen, kantor agen maupun klien yang ingin bekerja sama dengan kami,” papar Claire yang mengungkapkan Mount Helix akan membuka kantor perwakilan di Indonesia Maret 2016 mendatang.

Setelah Indonesia, Mount Helix juga akan menyasar beberapa negara lain, seperti China, Hongkong, Filipina, Malaysia, dan Australia.(vaa)

ciputraentrepreneurship.com