Tak Mungkin Kami Meninggalkan Kelas Bawah

Big Banner

BOGOR, KOMPAS.com – Ada idealisme yang tetap dipegang teguh oleh pengembang ini, yakni membangun rumah murah untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Selama 22 tahun kiprahnya sejak 1993, ISPI Group tercatat telah memberikan kontribusi sebanyak 30.000 unit rumah yang didedikasikan khusus untuk MBR.

Tahun ini pun, saat pasar properti tengah lesu akibat perlambatan ekonomi, ISPI Group masih mau merilis rumah-rumah subsidi dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan perumahan (FLPP) sebanyak 200 unit.

Rumah FLPP bertajuk klaster Amarylis ini dibanderol seharga Rp 126 juta dengan tipe 23/60. Lokasinya berada di dalam kawasan pengembangan Mutiara Venezia Residences, Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Tak percuma ISPI Group menyasar segmen pasar ini. Belum lagi hari berganti sejak pendaftaran nomor urut pemesanan (NUP) dibuka Sabtu pagi (28/11/2015), sudah diperebutkan oleh 323 konsumen.

“Tak mungkin kami meninggalkan kelas bawah. Ceruk pasarnya besar. Sejak 22 tahun lalu, kami selalu mengalokasikan lahan untuk dikembangkan rumah murah di proyek-proyek yang kami bangun,” tutur Komisaris Utama ISPI Group Preadi Ekarto kepada Kompas.com.

Preadi menuturkan, walau margin keuntungan tipis, namun membangun rumah bagi MBR justru menghidupkan kawasan pengembangan.

Prinsip hunian berimbang 1:2:3 pada dasarnya adalah mengintegrasikan kalangan masyarakat dengan strata dan status sosial ekonomi berbeda dalam satu kawasan agar tercipta harmoni dan keseimbangan.

“Jadi, meski terdapat rumah murah, tapi kami membangun lingkungan, fasilitas, dan sarana lainnya dengan standar kualitas untuk kelas menengah atas,” imbuh Preadi.

Tahun depan, selain melansir hunian vertikal di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Depok, dan Bekasi Barat, ISPI Group juga masih akan membangun rumah murah subsidi.

“Jumlahnya 400 unit tersebar di Bekasi dan Cikarang. Lokasinya menempel di proyek-proyek yang sudah ada,” tandas Preadi.

Adapun rencana proyek rumah komersial yang akan segera direalisasikan tahun 2016 mendatang adalah Mutiara Bogor 3. Lokasinya di Jl Soleh Iskandar Dinata dengan luas lahan 15 hektar.

Preadi optimistis, jika semua dibangun target penjualan tahun depan senilai Rp 500 miliar bakal terwujud. Terlebih government spending atau belanja pemerintah di sektor infratsruktur kembali digenjot.

properti.kompas.com