ModernCikande Targetkan Penjualan Lahan Industri Rp 1,7 Triliun

Big Banner

Serang – PT Modern Industrial Estat, yang merupakan anak usaha PT Modernland Realty Tbk, meresmikan pengoperasian kantor penjualan (marketing office) baru untuk menunjang kegiatan pemasaran ModernCikande Industrial Estate di Serang, Banten.

Presiden Direktur PT Modern Industrial Estat, Tonny Hadhiwaluyo, mengatakan, berdiri di atas lahan seluas 1.500 meter persegi (M2) dengan luas bangunan 3.000 M2, kantor penjualan ini memiliki keunggulan yaitu bangunan yang lebih luas dan representatif dan bisa mengakomodasi lebih banyak karyawan serta dilengkapi dengan fasilitas ruang meeting serta lahan parkir yang luas.

“Dengan adanya Marketing Office baru, kami berharap bisa menunjang kegiatan pemasaran sehingga penjualan terus meningkat di masa datang,” ujar Tonny dalam siaran persnya, Minggu (29/11).

Di tahun ini, lanjut dia, ModernCikande Industrial Estate menargetkan dapat meraih penjualan lahan industri senilai Rp1,7 triliun. Sampai Oktober 2015, ModernCikande Industrial Estate telah meraih penjualan (marketing sales) senilai Rp1,4 triliun. “Kami akan usahakan mencapai target,” imbuh Tonny.

Menurut Tonny, kinerja penjualan lahan industri di Jabodetabek selama sembilan bulan pertama tahun 2015 cenderung menurun di tengah lemahnya pertumbuhan ekonomi. Namun penjualan lahan industri di ModernCikande masih positif, tercermin dari luas lahan terjual dan harga lahan yang terus meningkat.

Berdasar data Colliers International Indonesia, ModernCikande merupakan kawasan industri dengan penjualan lahan terbesar di Jabodetabek di tahun 2014 dan di Q1+Q2 2015. Saat ini, ModernCikande Industrial Estate berkontribusi sebesar 35-40 persen terhadap total penjualan PT Modernland Realty Tbk..

“Diperkirakan sampai akhir tahun ini, permintaan masih akan lemah, namun diproyeksi membaik kembali pada tahun depan. Sementara pergerakan harga akan tergantung pada pertumbuhan ekonomi dan Foreign Direct Investment (FDI) yang akan terus masuk ke Indonesia serta paket-paket kebijakan pemerintah yang mendukung sektor industri,” ujar Tonny.

Dari total lahan seluas 3.175 hektare (Ha), luas lahan yang telah dikembangkan oleh perusahaan mencapai 1.200 Ha. Saat ini, kata Tonny, harga lahan yang ditawarkan kepada investor sekitar Rp1,7 juta/M2. Sepanjang tahun 2015, terjadi 2 kali kenaikan harga dan diperkirakan akan ada kenaikan harga lagi di awal tahun 2016 dan setelah dibukanya pintu tol Cikande di pertengahan tahun 2016.

“Mayoritas pembeli lahan di ModernCikande tahun 2015, didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan jenis industri pemrosesan makanan dan minuman dan produk baja. Rata-rata luas lahan yang dibeli antara 5-20 hektar. Lahan terbesar dibeli untuk ekspansi maupun industri baru,” tambah Tonny.

Optimistis Tahun 2016 Akan Lebih Baik

Lebih lanjut Tonny mengatakan, pihaknya optimistis penjualan lahan di tahun 2016 akan lebih baik dari 2015, seiring dengan inisiatif atau paket-paket kebijakan dari pemerintahan Jokowi untuk meningkatkan dan menarik investasi dari luar negeri ke Indonesia.

Selain itu, lanjut dia, kebijakan makro dan mikro ekonomi yang sedang digalakkan oleh pemerintahan tersebut untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, laju FDI, dan competitiveness sektor industri. “Faktor penghambatnya yaitu infrastruktur yang masih belum memadai dan juga tuntutan kenaikan UMR yang terus berlanjut,” jelas Tonny.

Untuk meningkatkan penjualan, kata dia, pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi seperti memperbanyak promosi melalui media baik above the line maupun below the line.

Selain itu, kata Tonny, pihaknya juga meningkatkan infrastruktur dan menambah fasilitas di kawasan serta memperluas networking dengan asosiasi-asosiasi industri dan pemerintah, baik di dalam maupun luar negeri dan dengan menghadiri forum/business meeting.

“Saat ini, pemerintah sedang menyelesaikan pembangunan pintu tol Cikande, yang tahun depan akan mulai dibuka dan saat itu kawasan industri ModernCikande dapat diakses hanya 1,5 km dari pintu tol tersebut,” ujar Tonny.

Feriawan Hidayat/FER

PR

beritasatu.com