Tukang Bakso Bisa Dapat KPR Swadaya di 2016 – Property

Big Banner

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Pu-Pera) melalui Direktorat Jenderal Pembiayan Perumahan berencana melakukan proyek percobaan atau pilot test Kredit Pemilikan Rumah (KPR) swadaya.

Dirjen Pembiayaan Perumahan Maurin Sitorus menjelaskan, KPR Swadaya merupakan KPR subsidi untuk memfasilitasi pekerja informal agar bisa mengakses rumah. Sehingga dengan KPR swadaya, penghasilan yang menjadi masalah perbankan selama ini untuk mendapatkan KPR bisa diterima.

“KPR Swadaya ini tahun depan akan kita buatkan pilot project. Batam, Palembang, dan Solo akan jadi tempat pilot project-nya,” paparnya di parkir selatan, Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (28/11/2015).

Pilot project akan dilaksanakan selama satu tahun untuk melihat kelebihan dan kekurangannya. Jika seluruhnya selesai makan akan dilakukan evaluasi yang hasilnya pada 2017, KPR Swadaya akan dinasionalkan.

Maurin mencontohkan konsep yang akan dilakukan dalam pilot projet, misalnya di Batam ada pedagang bakso. Seluruh pedagang bakso di Batam dikumpulkan dibuat paguyuban. Paguyuban ini akan dikelola dan dikerjasamakan.

“Mekanismenya begini, dalam paguyuban pedagang tukang bakso ada 100 orang. Mereka akan membayar cicilan KPR Swadaya per hari pada paguyubannya. Jika salah satu pedagang tidak mampu membayar, akan dibantu dari peguyuban. Jadi semua saling bantu,” jelasnya.

Dengan rencani ini, Maurin berharap peranan Pemerintah Daerah bisa lebih aktif lagi. Agar KPR Swadaya bisa berjalan dengan baik. “Peranan Pemda sangat penting. Dengan mengumpulkan para paguyuban nantinya. Di mana Pemda juga mengetahui kemampuan setiap paguyuban,” jelasnya.

(rzk)

property.okezone.com