Banten Percepat Pengurusan Izin Pembangunan Properti

Big Banner

Jakarta – Gubernur Banten Rano Karno dalam sambutan Rakerda DPD REI Banten, mengatakan, pihaknya bakal mempercepat pengurusan izin pembangunan rumah. Hal itu sebagai dukungan bagi pengembang yang mau membangun proyek propertinya di kawasan Banten.

Percepatan perizinan bisa berdampak pada percepatan pembangunan perumahan di wilayah Banten. “Pokoknya berbagai persoalan perizinan kami usahakan bisa cepat. Hal itu mengingat pegembang juga membantu pemda dan PNS untuk bisa memiliki rumah,” kata dia, di Serpong, Tangerang, Banten, Senin (30/11).

Menurut Gubernur, saat ini jumlah penduduk di Banten mencapai 11,4 juta jiwa dengan pertumbuhan penduduk 2,1 % per tahun. Hal ini, katanya, merupakan pasar yang sangat besar khususnya untuk penyediaan perumahan.

“Jumlah tenaga kerja di Banten yang belum punya rumah ada 1,38 juta orang dan PNS di Banten ada 80 ribu orang. Belum guru honorer ada 42 ribu orang. Kalau dijumlah kasar saja ada 1,5 juta orang yang sangat potensial di Banten. Nah 10 % saja dari jumlah itu sudah selesai target pengembang di Banten,” kata dia.

Dia menambahkan, Pemprov Banten ke depan membuka jalur tol di Lebak maupun menghidupkan kembali jalur kereta api Rangkasbitung yang akan tersambung hingga ke Merak. Dengan adanya proyek infrastruktur ini beberapa kawasan di Banten yang tadinya terisolasi akan terbuka secara luas dan akan meningkatkan potensi kawasan Banten.

“Jadi bagi pengembang, saat ini sangat baik kalau mau investasi tanah.Nanti kawasan-kawasan seperti Lebak, Rangkasbitung, dan Pandeglang, akan terbuka dan ini sangat potensial untuk pasar perumahan,” ujar Rano Karno.

Sementara itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estat Indonesia (REI) Banten menargetkan pembangunan 8.400 rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) pada 2016. Target tersebut juga bagian dari upaya mendukung program Sejuta Rumah yang diguliarkan pemerintah pusat.

“Kami mendukung program pemerintah. Tahun depan kami menargetkan 6.700 unit rumah MBR dan 1.700 rumah MBR bagi para pekerja di kawasan Banten,” kata Ketua Umum DPD REI Banten Soelaeman Soemawinata, dalam Rakerda DPD REI Banten, di Serpong, Tangerang, Banten, Senin.

Solaeman mengatakan, kebutuhan rumah bagi MBR di Banten ini masih cukup tinggi. Terlebih, katanya, Banten merupakan area industri seperti di Cikande, Serang dan Cilegon. Karena itu, fokus MBR tahun depan ada di beberapa titik seperti Cikande, Maja, Tangerang, Banten Selatan, dan Cilegon. “Paling banyak tentu ada di kawasan Serang, karena banyak daerah industri, selain itu di sekitar Maja,” kata dia.

Dia menjelaskan, sepanjang Januari-November 2015, REI Banten membangun 22.000 rumah. Rumah yang dibangun mencakup rumah bersubsidi dan nonsubsidi.

“Sampai pertengahan November ini sudah terbangun 5.000 unit MBR dan 17.000 unit untuk rumah nonsubsidi,” kata Soelaeman.

Investor Daily

Imam Muzakir/EDO

Investor Daily

beritasatu.com