IPW Senang dengan Skema PPnBM Properti Baru – Property

Big Banner

JAKARTA – Indonesia Property Watch (IPW) mengapresiasi aturan baru penerapan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) yang terkait dengan sektor properti karena dinilai mendengarkan masukan dari pelaku usaha perumahan.

“Secara umum Indonesia Property Watch menilai apa yang telah dilakukan pemerintah harus diapresiasi karena mendengarkan aspirasi dari pasar,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (29/11/2015).

Menurut dia, aturan mengenai pengenaan PPnBM yang selama ini menjadi polemik di properti, sementara telah usai dengan diubahnya aturan mengenai PPnBM yang dulunya dengan batasan luas menjadi batasan harga.

Dia mengatakan, pengenaan PPnBM ditetapkan sebesar 20 persen untuk rumah mewah dengan luas bangunan minimal 350 meter persegi, serta apartemen atau kondominium dan “town house” berstatus “strata title” (hak milik) dengan luas bangunan 150 meter persegi atau lebih.

Sesuai aturan baru PMK206/PMK.0101/2015, maka batasan yang dipakai adalah harga jual. Rumah dan “town house” dari jenis non-“strata title” dengan harga jual Rp20 miliar atau lebih, dan apartemen, kondominium, “town house” dengan “strata title” dengan batasan Rp 10miliar atau lebih, tarif pajak tetap sama 20 persen.

“Hal ini sejalan dengan kritik dari Indonesia Property Watch beberapa waktu lalu, di mana berdasarkan alasan yang ada seharusnya batasan harga yang dipakai lebih dari Rp15 miliar. Dengan aturan ini maka properti harga Rp5 miliar tidak terkena dua pajak PPh 22 dan PPnBM, seperti yang dikhawatirkan banyak pihak,” katanya.

(mrt)

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me