REI Usul Penghasilan Konsumen Rumah Bersubsidi Rp7 Juta per Bulan

Big Banner

TANGERANG, jktproperty.com – Real Estate Indonesia (REI) memberi masukan kepada pemerintah agar harga rumah yang dibiayai dengan skema subsidi di dalam Program Pembangunan Sejuta Rumah tidak dipatok bagi mereka yang berpenghasilan Rp4 juta per bulan, melainkan mereka yang berpenghasilan Rp4 juta hingga Rp7 juta per bulan.

Ketua Umum DPP REI Eddy Hussy mengatakan masyarakat dengan penghasilan antara Rp4 juta-Rp7 juta semestinya masuk dalam jangkauan program nasional sejuta rumah untuk rakyat. “Mereka yang berpenghasilan hingga Rp7 juta juga butuh bantuan pemerintah dalam kepemilikan rumah, makanya REI mengusulkan agar range penghasilan antara Rp4 juta hingga Rp7 juta per bulan,” ujarnya di sela Rapat Kerja Daerah DPD REI Banteng di Tangerang, Senin (30/11).

Menurut dia, saat ini masyarakat yang berhak memperoleh rumah bersubsidi disyaratkan mereka yang berpenghasilan pokok maksimal Rp4 juta. Selain itu mereka juga belum pernah mendapatkan bantuan subsidi, penggunaan rumah untuk ditinggali, dan hanya untuk pembelian rumah pertama.

“Padahal sekarang ini mereka yang berpenghasilan maksimal Rp7 juta juga perlu dibantu dalam hal pemenuhan kebutuhan rumah tinggalnya, jadi bukan hanya yang penghasilan maksimalnya Rp4 juta,” kata Eddy Hussy.

Dia meyakini efektivitas implementasi program rumah rumah bersubsidi tidak hanya tanggung jawab pemerintah pusat. Pemerintah daerah dan swasta dalam hal ini pengembang juga berperan besar. Sinkronisasi di antara tiga pihak ini dinilai sebagai kunci keberhasilan program sejuta rumah.

Sementara itu DPD REI Banten mengklaim telah melakukan empat hal nyata dalam mendukung program nasional rumah murah untuk sejuta rakyat. Ketua DPP REI Banten Soelaeman Soemawinata mengatakan hal pertama yang dilakukan tak jauh dari pembinaan berkesinambungan kepada anggota. Ini dilakukan dengan cara mengomunikasikan para developer sebagai penyedia perumahan dengan lembaga calon konsumen.

Kedua, menyiapkan sejumlah lahan baru di beberapa pengembang yang dapat menyediakan kurang lebih 5.000 unit rumah. Selain itu, REI Banten juga mengklaim melakukan komunikasi intensif dengan lembaga pemerintah pemberi izin. Tujuannya untuk meminimalisir hambatan birokrasi yang kerap jadi penyebab keterlambatan kinerja bisnis. “Kami juga menciptakan metode baru dalam konsep penyediaan rumah,” tutur Soelaeman.

Cara yang dimaksud Soelaeman adalah dengan bekerja sama dengan pelaku industri yang akan menyediakan rumah karyawan. Sekarang ini terdapat lebih dari 5.000 unit rumah subsidi dan lebih dari 15.000 rumah nonsubsidi yang sudah, sedang dan akan dibangun di Banten. Jumlah ini merupakan angka dari pengembang properti yang ada di bawah keanggotaan REI Banten. (DHP)

jktproperty.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me