IPW Sambut Baik Perubahan Pajak Properti Mewah

Big Banner

Pemerintah telah mengubah perhitungan batasan penerapan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) pada properti mewah. Perubahan tersebut ditanggapi dengan baik oleh Indonesia Property Watch (IPW). 

“Secara umum Indonesia Property Watch menilai apa yang telah dilakukan pemerintah harus diapresiasi karena mendengarkan aspirasi dari pasar,” ujar Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif IPW, seperti informasi yang diterima Rumahku.com.  

Sebagai informasi, pada tanggal 20 November 2015 pemerintah melalui Menteri Keuangan menetapkan peraturan pajak properti mewah yang baru. Kini properti mahal yang terkena PPnBM 20 persen tidak lagi mengacu pada luas bangunan, tetapi mengacu pada harga jual properti.  

IPW mengapreasiasi perubahan PPnBM atas properti mewah karena pemerintah mau mendengarkan masukan dari para pelaku properti. Dengan demikian, properti seharga Rp 5 miliar tidak akan terkena dua pajak PPh 22 dan PPnBM seperti yang sempat dikhawatirkan banyak pihak. 

Berdasarkan peraturan tersebut, PPnBM tidak lagi dikenakan pada rumah dan townhouse berstatus nonstrata title seluas 350 meter persegi, tetapi kini dihitung berdasarakn nilai jual Rp 20 miliar atau lebih. Sementara apartemen, kondominium dan townhouse strata title, PPnBM tidak lagi dikenakan pada bangunan seluas 150 meter persegi, tetapi dihitung berdasarkan properti yang harganya Rp 10 miliar atau lebih.

 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me