Konsep TOD Tumbuhkan Properti Hingga 40%

Jakarta – Pembangunan transportasi massal berkonsep transit oriented development (TOD) di wilayah DKI Jakarta bakal mengerek pertumbuhan properti hingga 40%. Oleh karenanya, DPD Real Estat Indonesia (REI) Jakarta serius mendukung Pemerintah Provinsi (Pemvrop) DKI Jakarta merealisasikan konsep tersebut.

Properti berbasis TOD merupakan pengembangan berbagai fungsi properti mulai hunian hingga komersial yang dibangun diantara moda transportasi. Ketua Umum REI DKI Jakarta Amran Nukman mengatakan, REI DKI Jakarta mendukung program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mewujudkan transportasi massal berkonsep TOD. Hal ini akan berdampak positif bagi pengembangan kenyamanan Jakarta sebagai kota bisnis.
“Sebagai pengembang, kami mendukung langkah Gubernur DKI Jakarta Basuki Cahaya Purnama untuk mengembangkan TOD ke depan. Karena hal ini bakal menarik investasi di sektor properti,” kata Amran kepada Investor Daily, di sela Rakerda REI DKI Jakarta, di Jakarta, Selasa (1/12).
Menurut Amran, pembangunan transportasi massal di Jakarta bakal meningkatkan pertumbuhan properti hingga 40%. Sebab, salah satu kunci dari perkembangan properti adalah tidak jauh dari akses infrastrutkur.
REI DKI Jakarta siap bekerjasama dengan Pemprov untuk mengembangkan dan menata transportasi publik di Jakarta. Dengan demikian, Jakarta akan lebih tertata dan menjadi kota bisnis masa depab.
“Tujuan utama Rakerda adalah sumbangsih pengembang untuk mulai menata manajemen transporatasi publik. Kami akan datangkan tenaga ahlinya agar bisa berkontribusi terhadap pembangunan Jakarta,” ujar Amran.
REI DKI Jakarta siap duduk bersama dan menyelesaikan masalah pembangunan Jakarta. Sebab, selama ini kebijakan Pemprov DKI Jakarta tidak selamanya lancar saat diterapkan di lapangan. Adanya dorongan dari REI, diharapkan perkembangan dan konsep TOD bisa lebih baik.“Selama ini pembangunan properti baik rusun maupun persoalan lahan dan lainnya, masih salah persepsi antara pengembang dan pemerintah DKI,” jelas dia.
Menurut Amran ada beberapa lokasi potensial untuk dikembangkan dengan konsep TOD. Yakni kawasan Dukuh Atas yang memang sudah siap, dan ada beberapa lokasi lain yang memiliki potensi serupa.
“Konsep transportasi publik sangat bagus dan menjanjikan. Lihat saja Singapura, yang menggunakan transportasi massal untuk pergi bekerja dan tidak menghabiskan waktu di jalan, sehingga ekonomi juga ikut tumbuh,” ujar dia.

 

Inisiatif Gubernur


Asisten Pembangunan Pemprov DKI Jakarta Gamal Sinurat mengatakan, dalam mengatasi permasalahan Jakarta, pemprov memfokuskan pengembangan transportasi massal, dengan konsep TOD. Dengan perkembangan Kota Jakarta yang semakin padat, mau tidak mau pengembangan kotanya harus berdasarkan pola pengembangan transit oriented development (TOD).
Gamal menambahkan, hingga kini pemprov belum memiliki aturan terkait pengembangan berbasis TOD. Oleh karenanya Gubernur berinisiatif mengeluarkan peraturan gubernur (pergub) sambil menunggu aturan tentang TOD.
“Tentu pemprov sangat mendukung dan mengajak kalangan pengembang untuk mengembangkan proyek berkonsep TOD di Jakarta. Syaratnya, konsep TOD harus dilakukan berskala kota dengan pengembangan properti terpadu (mixed used development), revitalisasi kawasan, dan harus mengutamakan ruang-ruang publik yang nyaman,” papar dia.
DKI Jakarta sudah menyiapkan beberapa kawasan untuk dikembangkan sebagai kawasan TOD. Yakni Dukuh Atas, Manggarai, Harmoni, Senen, Grogol, Blok M, dan beberapa kawasan lainnya. Pemprov juga menjamin kemudahan aturan zonasi bagi pengembang yang mau mengembangkan konsep TOD di proyeknya.
Konsep TOD di Jakarta sejalan dengan program pemerintah pusat yang menggenjot pembangunan sarana infrastruktur transportasi publik, mulai MRT, LRT, kereta, bandara, dan pelabuhan. Selain itu, juga didukung dengan pengembangan jalan tol maupun non-tol.
“Pengembangan kawasan TOD akan menciptakan suatu kawasan yang bernilai ekonomi tinggi. Biaya untuk mewujudkannya pasti mahal karena itu bisa skema pembiayaan bisa diatur dengan melibatkan swasta, subsidi silang, maupun program CSR,” jelas dia.

Investor Daily

Imam Muzakir/EDO

Investor Daily

beritasatu.com