Uang Muka dan Cicilan, Hambatan Utama Kepemilikan Rumah

Big Banner

Jakarta – Lembaga Indonesia Property Watch (IPW) menyatakan, hambatan utama masyarakat Indonesia untuk memiliki rumah adalah dua hal yaitu, kemampuan untuk membayar uang muka dan cicilan. Untuk uang muka, diharapkan dapat diserahkan mekanismenya ke masing-masing bank.

“Indonesia Property Watch (IPW) sempat melansir sebuah riset bahwa yang menjadi hambatan pasar dalam memiliki rumah adalah pertama uang muka, dan kedua cicilan,” kata Direktur Eksekutif IPW Ali Tranghanda dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/12).

Menurut Ali Tranghanda, besaran uang muka (yang dinilai terlalu besar bagi sebagian masyarakat Indonesia) menjadi momok yang cukup memberatkan, meskipun telah diturunkan dari 30 persen menjadi 20 persen dalam Peraturan Bank Indonesia tahun 2015.

Ali berpendapat, bila besaran uang muka diserahkan kepada masing-masing bank, maka dipastikan gairah untuk membeli rumah pertama akan meningkat.

“Di segmen menengah banyak juga ‘end user’ (pemilik rumah) yang harus diberikan akses ke KPR Pertama yang lebih bankable,” katanya.

Menurut dia, kekhawatiran akan terjadinya kredit macet karena uang muka yang kecil dinilai tidak seharusnya terlalu dicemaskan karena rumah dinilai berbeda dengan kredit konsumen yang lain seperti kendaraan bermotor.

Bila memang terjadi kredit macet, lanjutnya, maka bank dapat melelang aset yang ada dan harga tidak akan turun seperti kendaraan bermotor. Selain itu rumah tidak bisa dibawa kemana-mana sehingga sangat aman dari sisi jaminan.

“Karenanya Indonesia Property Watch mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan usulan tersebut. Relaksasi ini dibutuhkan saat ini dan dalam perkembangannya Bank Indonesia dapat memperketat kembali aturan ini bila pasar sudah lebih baik, jadi tidak perlu khawatir,” ucapnya.

 

/FER

ANTARA

beritasatu.com