60% Area SRK untuk Ruang Terbuka Hijau

Big Banner

Jakarta – Seluas 60% dari dua hektare (ha) area proyek Synthesis Residence Kemang (SRK), Jakarta Selatan merupakan ruang terbuka hijau (RTH). Alokasi RTH tersebut guna mempertegas komitmen SRK sebagai apartemen yang ramah lingkungan.

Proyek yang dikembangkan oleh Synthesis Development itu mendukung Jakarta Selatan sebagai area hijau. Di samping itu, keberadaan RTH juga untuk memberikan kenyamanan kepada penghuni.
Rudy Kurniawan, Principal Renik Planning Architecture yang merupakan consultant landscape untuk SRK mengatakan, konsep apartemen berbasis hijau membutuhkan komitmen yang kuat.
“Desain proyek ini dikawinkan dengan konsep heritage Batik Kawung dan Rumah Joglo khas Indonesia, yang diusung Synthesis Residence Kemang,” kata Rudy, dalam Media Casual Gahtering, di Jakarta, Senin (30/11).
Menurut dia, unit-unit yang ditawarkan SRK didedikasikan untuk orang-orang yang membutuhkan hunian apartemen khas Indonesia yang sehat dan hijau. “Visi Synthesis Development tidak hanya mendirikan dan mengelola bangunan yang unik dan inovatif secara fisik. Namun juga memberikan pengalaman yang berkualitas dan menciptakan nilai lebih bagi konsumen. Di samping itu juga mendukung terbentuknya ekosistem lingkungan yang berkelanjutan,” kata dia.
Director Synthesis Residence Kemang, Mandrowo Sapto mengatakan, alokasi 60% ruang terbuka hijau merupakan bentuk keseriusan Synthesis Development untuk melestarikan lingkungan di kawasan Synthesis Residence Kemang.
“Ruang terbuka hijau akan disiapkan sebaik mungkin. Selain properti yang mengusung konsep heritage dan hijau, Synthesis Residence Kemang juga berkomitmen membangun komunitas, dengan menyediakan venue untuk bersosialisasi dan hangout yang berkonsep taman semi outdoor,,” kata dia.
GM Sales and Marketing Synthesis Residence, Kemang Imron Rosyadi menambahkan, proyek ini memiliki tiga menara yaitu Arjuna, Nakula dan Sadewa, dengan total pasokan sebanjyak 1.188 unit apartemen. Sebesar 50% adalah pembeli end user dan 50% investor. “Saat ini progres penjualan pada tahap pertama rata rata sudah mencapai 80% lebih. Kami harapkan dalam waktu dekat bisa terjual seluruhnya,” kata dia.
Menurut dia, proyek ini tidakt terdampak pelemahan ekonomi. Sebab, daya beli masyarakat masih cukup kuat. Hanya saja, pelemahan ekonomi membuat masyarakat kelas menengah menahan diri. Guna menarik pembeli kelas menengah, Synthesis Development menawarkan apartemen yang cocok dengan kultur kawasan Kemang Jakarta Selatan. Upaya ini dilakukan, dengan mengusung konsep unik dan arsitektur Jawa. “Bangunan dari apartemen ini berkonsep Joglo,” kata dia.
Pengembang mematok harga sebesar Rp 35 juta per meter persegi, atau Rp1.1 miliar per unit, untuk tipe satu kamar tidur, dengan luas 54 meter persegi dan Rp 4 miliar dengan luasan 107 meter peregi.
“Di Jakarta selatan, seperti Kemang sulit mencari rumah di bawah Rp 5 miliar. Rumah tapak di kawasan Kemang dengan luasan 100 meter persegi harganya sudah mencapai Rp 6 miliar,” jelas dia.

Investor Daily

Imam Muzakir/EDO

Investor Daily

beritasatu.com