Pengembang Diminta Bangun Saluran Air

Big Banner

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama meminta kepada para pengembang properti, terutama perusahaan pembangun gedung-gedung bertingkat di seluruh wilayah DKI Jakarta agar tidak lupa untuk membuat saluran air selama proses pembangunan.

Hal tersebut disampaikan Basuki ketika membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta, di The Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Selasa (1/12).

Menurut Basuki, banyak pengusaha yang bergabung di REI tidak membangun water trap atau saluran penangkap air sehingga air yang seharusnya mengalir di situ dilimpahkan ke jalan. “Begitu ada genangan, Gubernur yang dicaci maki. Coba bikin water trap atau bikin sumur bor alirkan ke sungai. Apa susahnya sih? Sudah diberi tahu, tidak mau lakukan juga. Ini diperburuk dengan kebiasaan masyarakat,” ujar Basuki.

Dia mengatakan, sedianya para pengembang mengatur saluran air serta area ruang terbuka hijau di setiap gedung yang dibangun. Misalnya, kata dia, mereka meminta kelebihan koefisien luas bangun (KLB), pihaknya pun akan mengizinkannya.

Kemudian setelah hal-hal yang dianggap sepele itu ada, kata Gubernur, sedianya mereka bisa memeliharanya sendiri.

“Ruang hijau dan saluran air diatur. Tapi tolong dipelihara, Bos. Ada lumpur di dalam, kami tidak boleh bersihkan. Harusnya bersihkan sendiri. Jangan bikin apartemen tinggi, depannya hancur banjir,” katanya.

Basuki mengatakan, pihaknya banyak meminta bantuan dari pengembang untuk membangun, terutama rumah susun (rusun) karena saat ini bagi DKI tidak ada pilihan lagi. Menurutnya, pembangunan dan pelanggaran di DKI sudah ada sejak lama mulai dari kelas melarat dan konglomerat.

Apalagi, katanya, menurut hitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ada kewajiban 20% pengembang untuk membangun rusun. Untuk REI sendiri, katanya, jika diasumsikan membangun per unit rusun 30 meter persegi (m2), REI berutang 8.800 unit rusun kepada DKI. Belum lagi para pengembang lainnya yang juga belum memenuhi kewajibannya kepada DKI.

Sementara itu, Ketua DPD REI DKI Jakarta, Amran Nukman mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah berpartisipasi membantu DKI dengan membangun sebanyak empat blok rusun di Pulogebang, Jakarta Timur. Dua blok di antaranya sebanyak 360 unit sudah diserahterimakan dan dihuni, sedang dua blok lainnya sudah diceklis oleh Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI sebanyak 160 unit yang sudah bisa diserahkan juga.

“Ke depan pengembang yang punya SIPPT punya kewajiban. Juni kami sudah paparan kepada Pak Gubernur, pengembang pemegang SIPPT sudah bersedia untuk bangun rusun, dari 242 ada sekitar 42 yang bisa bangun,” katanya.

Suara Pembaruan

Deti Mega Purnamasari/EDO

Suara Pembaruan

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me