Tampil Unik, Apartemen di Kemang Usung Konsep Etnik Jawa

Big Banner

Mandrowo Sapto, Director PT Synthesis Karya Pratama (Synthesis Development) untuk proyek Synthesis Residence Kemang mengatakan bahwa kekuatan konsep memiliki peran yang sangat penting terhadap sebuah hunian. Hal inilah yang kemudian menjadi pendorong bagi pihaknya untuk lebih serius terhadap konsep.

“Konsumen sekarang makin cerdas, mereka mencari sisi unik dan eksklusifitas yang berbeda. Apalagi di sini (Kemang), di area yang banyak ekspatnya, unsur etnik menjadi favorit mereka,” ucapnya kepada Rumahku.com ketika ditemui pada Media Gathering Synthesis Residence Kemang, Senin (30/11).

Tidak hanya memanjakan para ekspatriat yang menginginkan konsep etnik, masyarakat Indonesia sendiri juga dinilai rindu akan nuansa tersebut. Sedangkan ‘Jawa’, dipilih karena letaknya yang masih ada di kawasan pulau Jawa dan kemudahan dalam mengaplikasikannya.

Hasilnya terbukti, Tower Sadewa yang sudah dipasarkan sejak Mei disebut telah mencapai 80 persen penjualan. Sedangkan Tower Nakula yang baru dirilis Oktober lalu, mencapai 30 persen.

Berdiri di atas lahan seluas 2 hektare, kawasan yang kabarnya memiliki 60 persen RTH (Ruang Terbuka Hijau) landed ini menggandeng Renik Planning untuk menguatkan konsep lanskapnya.

Menurut keterangan Rudy, Principal Renik Planning, begitu masuk pengunjung akan langsung melihat berbagai area air dan tumbuhan hijau dengan karakter tropis. Ada pula pohon palem yang dibuat tembus melewati dinding.

Masuk ke lobby utama, aksen Batik Kawung yang dibuat dalam secondary skin memenuhi fasad dua Tower Kembar (Nakula & Sadewa) dan satu Tower Eksklusif (Arjuna) yang dibuat menyusul. Ada pula Rumah Joglo yang difungsikan sebagai Lobby Utama. 

“Unsur hijau yang dikawinkan dengan konsep heritage dari Batik Kawung dan Rumah Joglo memang sengaja kami dedikasikan untuk mereka yang membutuhkan apartemen sehat dengan rasa khas Indonesia,” lanjut Rudy. 

Berlokasi di pinggir Jalan Ampera Raya, selain kuat dengan konsep, apartemen dengan total 1.188 unit ini juga berada di tengah jalur segitiga TB. Simatupang-Kemang-Antasari. Harga jualnya mulai dari Rp 1,1 miliar (1BR 32,20 m2) hingga Rp 4 miliar (3BR 107,17 m2).

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me