Pemprov Tantang Pengembang Bangun Kawasan TOD

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Jakarta memiliki visi untuk menjadi kota yang aman, nyaman, produktif, dan sejajar dengan kota-kota lainnya di dunia. Dengan perkembangan Kota Jakarta yang semakin padat, mau tidak mau pengembangan kotanya harus berdasarkan pola pengembangan transit oriented development (TOD), yaitu sebuah pengembangan berbagai fungsi properti mulai dari hunian hingga komersial yang dibangun diantara berbagai moda transportasi (mixed used development).

Ilustrasi

Ilustrasi

Menurut Asisten Pembangunan Pemprov DKI Jakarta Gamal Sinurat, hingga saat ini pemprov belum memiliki aturan terkait pengembangan berbasis TOD ini karena itu sebagai inisiatifnya dikeluarkanlah peraturan gubernur (pergub) sambil menunggu aturan yang tengah disusun terkait konsep TOD.

“Yang pasti pemprov akan sangat mendukung dan mengajak kalangan pengembang untuk mengembangkan proyek berkonsep TOD di Jakarta. Syaratnya, konsep TOD harus dilakukan berskala kota dengan pengembangan mixed used development, pengembangan melalui revitalisasi kawasan, dan harus mengutamakan ruang-ruang publik yang nyaman,” ujarnya saat berbicara di rapat kerja daerah (rakerda) DPD Real Estat Indonesia (REI) DKI Jakarta, Selasa (1/12).

DKI sendiri, lanjut Gamal, sudah menyiapkan beberapa kawasan untuk dikembangkan sebagai kawasan TOD seperti di Dukuh Atas, Manggarai, Harmoni, Senen, Grogol, Blok M, dan beberapa kawasan lainnya. Pemprov juga menjamin untuk kemudahan aturan zonasi bagi pengembang yang mau mengembangkan konsep TOD di proyeknya.

Konsep TOD di Jakarta ini sendiri sejalan dengan program pemerintah pusat yang menggenjot pembangunan infrastruktur khususnya untuk sarana transportasi mulai MRT, LRT, kereta, bandara, pelabuhan, dan sebagainya yang juga didukung dengan pengembangan jalan tol maupun non tol untuk mengejar rasio jalan 10 persen dari total luas kawasan.

“Pengembangan kawasan TOD ini akan menciptakan suatu kawasan yang bernilai ekonomi tinggi. Biaya untuk mewujudkannya pasti mahal karena itu bisa diatur skema pembiayaan dengan swasta, subsidi silang, maupun program CSR,” pungkasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me