BTN Segera Jadi Bank Perumahan

Big Banner

Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengisyaratkan, Bank BTN segera menjadi bank perumahan. Sebab, masalah pembiayaan menjadi salah satu persoalan krusial dalam pembangunan perumahan.

Sebagian besar masyarakat mengandalkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari bank untuk membeli rumah. “BTN sedang dalam proses untuk dijadikan bank khusus perumahan. Jadi, dia hanya mengurus perumahan dan nggak urus yang lain,” kata Kalla, dalam sambutannya di Rakernas Real Estat Indonesia (REI), di Jakarta, Rabu (2/12).
Menurut dia, penyaluran KPR menjadi masalah tersendiri bagi bank karena adanya mismatch. Mismatch terjadi akibat ketidaksesuaian antara sumber dana dan tenor pinjaman. Sumber dananya jangka pendek, namun dipakai untuk pinjaman jangka panjang 15-20 tahun. Untuk itu pemerintah akan menjadikan Bank BTN yang saat ini fokus pada pemberian KPR sebagai bank khusus perumahan. “Supaya mismatch dana jangka pendek digunakan untuk jangka panjang,nggak ada lagi. (Tujuannya) supaya penyediaan perumahan juga bisa lebih cepat,” kata Wakil Presiden.
Kalla menilai, industri perumahan di Indonesia merupakan bisnis yang sangat besar. Kebutuhan rumah masih sangat tinggi dan masih akan terus tumbuh karena adanya pertambahan penduduk. Defisit perumahan (backlog) hingga sekarang juga masih sangat besar sekitar 15 juta unit. Potensi dilirik lembaga-lembaga keuangan internasional dengan menawarkan dana ke sektor perumahan.
“Jadi kesempatannya sangat terbuka, tinggal bagaimana perencanaan kita dalam sektor ini karena pembiayaan dari luar mau masuk. Kalau perencanaan bagus dana akan masuk dari mana-mana, makanya kita mulai dengan mengubah Bank BTN dan memperkuat peran Perumnas, supaya selesai masalah perumahan kita,” tegas Kalla.

 

Indikator Ekonomi


Pada kesempatan itu, Wapres juga menyampaikan apresiasi terhadap komitmen REI dalam mewujudkan dan memenuhi kebutuhan hunian bagi rakyat. Sebab, masalah perumahan adalah masalah yang sangat penting bagi masyarakat, terutama masyarakat kecil.
Menurut Kalla, pembangunan properti dan perumahan berdampak besar bagi pertumbuhan ekonomi dan industri turunannya. Perumahan juga merupakan indikator ekonomi, karena menyangkut industri yang banyak. Di dalamnya terdapat industri semen, baja, paku, dan lain – lain. Dengan demikian, setiap pelemahan industri perumahan juga menyebabkan pelemahan terhadap industri terkait.
“Saya selalu menganggap masalah perumahan merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan. Sebab, masalah perumahan dikaitkan dengan pembangunan,” tegas dia.
Pada kesempatan itu, Jusuf Kalla juga mengingatkan pengembang agar mengikuti aturan hunian berimbang yang diterbitkan Menteri Perumahan Rakyat. “Aturan hunian berimbang tidak bisa ditunda lagi karena ini bisa menjadi masalah besar di kemudian hari,” kata Kalla.
Di satu sisi, Kalla mengaku senang melihat banyak iklan rumah mewah di layar televisi. Namun, hatinya merasa tersayat saat melihat hunian di bantaran sungai. Karena itu, pengembang diminta memperhatikan dan melaksanakan aturan hunian berimbang, yang
sampai sekarang masih ada dan belum dicabut.

Investor Daily

Imam Mudzakir/Pamudji Slamet/EDO

Investor Daily

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me