Pengembang Tawarkan Apartemen di bawah Rp 500 Juta di Ciledug

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Project Director ADE PEDE Realty Shandy Sumampouw mengatakan, proyek besutannya di Ciledug, The Citara Apartment, saat ini memang menyasar kalangan muda di segmen pasar kelas menengah, terutama yang selama ini berdomisili di kawasan selatan dan barat Jakarta, area Tangerang, serta Ciledug.

“Kalangan menengah, terutama pasangan muda, mayoritas belum memiliki rumah, sedangkan harga rumah di tengah kota semakin melambung tinggi sehingga pilihan terbaik tentunya tinggal di apartemen,” ujar Shandy di Jakarta, Rabu (2/12/2015).

Untuk itulah, dia melanjutkan, apartemen tersebut ditawarkan mulai kisaran Rp 320 juta hingga Rp 400 juta per unit. Ini merupakan proyek hunian vertikal terbaru dari Ade Pede ADE Realty di kawasan superblok central business district (CBD) Ciledug.

Menurut dia, kawasan superblok CBD Ciledug merupakan lingkungan yang sudah terbentuk. Dengan demikian lokasinya relatif dekat dari selatan dan barat Jakarta.

“Kemudahan aksesnya banyak. Saat ini sedang dibangun elevated busway koridor Tendean-Blok M-Ciledug. Selain itu juga akan ada light rail transit menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” ujarnya.

Proyek tersebut dibangun di areal seluas 1,3 hektare terdiri dari tiga menara. Setinggi 27 lantai, apartemen tersebut akan meliputi 1.436 unit dengan empat tipe, mulai dari tipe studio hingga tiga kamar tidur.

Kredit

The Citara Apartment ditawarkan mulai dari kisaran harga Rp 320 juta hingga Rp 400 juta per unit. Shandy mengaku optimistis, dengan harga jual relatif terjangkau itu akan menimbulkan minat bagi pasangan muda golongan menengah.

“Target serah terima unit akan dilakukan sesuai rencana, yaitu tahun 2018 mendatang,” kata Shandy.

Menurut dia, wajar jika perusahaan mematok target seluruh unit terjual habis hanya dalam tempo dua tahun. Selain potensi pasar dan keunggulan, pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan pihak perbankan untuk kebutuhan kredit pemilikan apartemen (KPA).

Shandy mengatakan, pihaknya berupaya mendukung program pemerintah dalam menyediakan hunian bagi pekerja, khususnya para pekerjaan anggota Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Dengan kerjasama ini, perbankan yang menawarkan KPA bagi calon konsumen apartemen tersebut mematok uang muka minimal 10 persen dengan tenor kredit sampai 15 tahun.

“Kami berharap dari kerjasama dengan perbankan bisa lebih mempermudah calon konsumen. Sekarang ini banyak calon konsumen yang membutuhkan fasilitas pembiayaan dari perbankan, selebihnya dengan pola transaksi secara tunai,” katanya.

Cara kredit tersebut, lanjut dia, bagi kalangan menengah, terutama pasangan muda yang mayoritas belum memiliki rumah akan sangat membantu. Tak lain, karena harga rumah di tengah kota kini semakin melambung tinggi dan lahan kian sempit.

properti.kompas.com