Sentul 2 Tahun Lagi Bakal Menggelegar

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Sentul, Bogor, Jawa Barat, bakal semakin kinclong. Salah satu pusat pertumbuhan di selatan Jakarta itu akan menjadi pusat keramaian yang menyedot perhatian publik, bukan saja masyarakat Indonesia tapi dunia internasional. Ini terkait rencana gelaran MotoGP di Sirkuit Sentul tahun 2017 mendatang. Sirkuit Sentul saat ini sedang direnovasi total dan di-redesain untuk menyesuaikan dengan standar sirkuit MotoGP. Renovasi dipimpin arsitek Hermann Tilke yang berpengalaman merancang sirkuit internasional di berbagai negara. Sesuai kontrak Sentul akan menjadi tuan rumah Road Racing World Champioship Grand Prix selama tiga tahun (2017-2019).

Progres pembangunan The Alana Condotel

Progres pembangunan The Alana Condotel

“Event ini akan berdampak luar biasa terhadap kawasan Sentul, properti di kawasan ini terutama komersial seperti hotel, mal, dan lifestyle center akan semakin berkembang dan lebih hidup,” ujar Andrian Budi Utama, Wakil Direktur Utama PT Sentul City Tbk, pengembang Sentul City (3.000 ha), Sentul, Bogor, kepada housing-estate.com di Bogor, belum lama ini.

Kendati MotoGP hanya berlangsung sekali dalam satu tahun tapi balapan turunannya, yaitu kelas-kelas di bawahnya biasanya akan mengikuti race MotoGP. Karena itu balap motor di Sirkuit Sentul diperkirakan akan berlangsung beberapa kali dalam setahun. Pemerintah sudah menyiapkan sejumlah rencana untuk mengantisipasi crowded di sekitar sirkuit. Di kawasan Sentul City akan dibangun underpass yang terkoneksi dengan akses menuju sirkuit. Selain itu arus kendaraan dari tol Jagorawi ke tol BORR (Bogor Outer Ring Road) akan dibuat langsung. Saat ini pengendara yang hendak ke BORR harus keluar dulu di exit tol Sentul Selatan.

Mengantisipasi perkembangan itu Sentul City sudah menyiapkan pengembangan CBD (central business district) ke-2. Letaknya di kawasan Taman Budaya dan sekitarnya. Di sana sudah adah Hotel Neo+, training center BCA berikut hotel bintang tiga 240 kamar. Hotel dan training center itu sekarang dalam tahap finishing. Di lokasi ini Sentul City akan membangun lagi hotel di depan Hotel Neo yang disebut Andrian Hotel Neo Ekstension. Jumlah kamarnya 140 unit setinggi 10 lantai. Sementara hotel yang pertama hanya 70 unit.

Targetnya dalam tiga sampai lima tahun ke depan di Sentul City ada delapan hotel. Tiga hotel sudah beroperasi, yaitu Harris Hotel (160 kamar), Neo Green Savana (70 kamar) dan Watanna Hotel (33 kamar). Setidaknya hingga dua tahun mendatang bakal bertambah tiga hotel lagi, yaitu Aston Sentul Lake Resort milik BCA, The Alana (sedang dibangun), dan Neo Savana Ekstension.

Bersamaan dengan acara MotoGP AEON Mall yang kini tengah dibangun di CBD 1 Sentul City diperkirakan rampung.  Nantinya mal yang dikembangkan di area seluas 8 ha ini akan lebih besar dari AEON BSD Serpong, Tangerang Selatan, yang sudah beroperasi. Tahap pertama dibangun seluas 100 ribu meter persegi, tahap dua dibangun lagi dengan luasan sama.

Andrian mengatakan rencana pembangunan  proyek skala besar di Kota Bogor oleh Summarecon Agung juga bakal berdampak positif  terhadap Sentul City. Summarecon Bogor seluas 400 ha yang lokasinya tidak jauh dari Ciawi itu kalau terbangun akan meningkatkan arus menuju Bogor dan akan melewati Sentul City. “Ekspektasi terhadap Sentul City otomatis akan naik dan komersialnya lebih hidup. Jadi, saya sangat menunggu proyek itu dibangun, dia bukan competitor kita,” imbuh Andrian.

Ia optimis harga properti di kawasannya akan naik signifikan apabila MotoGP di Sirkuit Sentul terlaksana. Saat ini harga tanah residensial di Sentul City berkisar Rp6,5 – 10 juta/m2. Rumah termurah di cluster Spring Mountain seharga Rp800 jutaan – Rp1,2 miliar (tipe 56/90 dan 86/90). Rumah lebih mahal ada di cluster Santorini dan Riverside Residence rata-rata seharga Rp2 miliaran. Bahkan Habiture Residence (13,5 ha) dekat Jungle Land harganya Rp8 – 15 miliar/unit.

housing-estate.com