Ahok Akan Terapkan Konsep TOD di Jakarta

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Sistem transportasi di Jakarta perlu pembenahan total dengan menerapkan konsep transit oriented development (TOD). Konsep ini bertumpu pada sistem transportasi massal, bukan kendaraan pribadi. Pusat-pusat permukiman diintegrasikan dengan kawasan bisnis atau pusat kegiatan masyarakat dengan moda transportasi publik. Konsep TOD diharapkan dapat menjadi solusi  kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas serta membuat kota lebih efisien. Konsep ini apabila mau diterapkan harus masuk dalam tata ruang yang detail dan paling penting semua pihak berkomitmen untuk menaatinya.

Ilustrasi : Mass Rapid Transit

Ilustrasi : Mass Rapid Transit

Hal itu merupakan garis besar sambutan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang disampaikan pada pembukaan rapat kerja daerah (Rakerda) Realestat Indonesia (REI) DKI Jakarta, Selasa (1/12). Basuki meminta kalangan pengembang bersama-sama ikut membangun dan sekaligus merapikan tata ruang perkotaan.

“Masalahnya di Jakarta ini penyelewengannya sudah terlalu lama dan berat. Dari yang melarat apalagi kelas konglomerat semuanya melanggar aturan. Padahal kita sepakat kalau di Jakarta ini memang nggak ada pilihan lain selain kotanya harus berbasis transportasi masal karena lalu lintasnya sudah tidak mendukung,” katanya.

Karena itu Basuki menegaskan pentingnya pembangunan mass rapid transit (MRT) dan light rail transit (LRT). LRT  akan dibangun sebanyak sembilan koridor dari timur ke barat, sedangkan MRT menghubungkan koridor selatan dan utara dari Lebak Bulus – Bundaran HI kemudian berlanjut ke Kampung Bandan, Jakarta Utara. Tantangan terberat moda transportasi ini adalah mengoneksikan dengan moda transportasi yang sudah ada, yaitu kereta komuter dan Transjakarta. Tanpa integrasi moda itu konsep TOD sulit diterapkan di Jakarta.

Basuki  menyatakan rencana penerapan TOD itu sudah dimasukkan ke dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) DKI Jakarta Tahun 2030. Seluruh moda transportasi massal, menengah, sepeda, jalur pejalan kaki, hingga penataan pemukiman di sepanjang bantaran sungai sudah dimasukkan semua ke dalam RTRW Jakarta.

“Jadi yang dimaksimalkan adalah tata ruang dan transportasi massal. Saya maunya kereta komuter jalurnya di atas semua tapi sudah keduluan dibangun jalan layang, jadi mobil lagi yang diutamakan. Desain makro transportasi kita ini kacau balau makanya harus diselesaikan pelan-pelan dan pengembang punya kewajiban, jangan malah semakin merusak,” tandasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me