Mengintip Konsep Apartemen di Serpong (1)

Big Banner

Tangerang – menjadi kawasan pemasok hunian vertikal terbesar di sekitar Jakarta. Tak heran bila dalam beberapa tahun ke depan kota berpenduduk tak kurang dari enam juta jiwa itu bakal disesaki hutan beton.

Kini, Tangerang mencakup Tangerang Selatan, Tangerang Kota, dan Kabupaten Kota. Ketiganya masuk dalam Provinsi Banten yang bersebelahan dengan Ibu Kota Republik Indonesia, DKI Jakarta.

Di ketiga kota/kabupaten tersebut tercatat ada 31 proyek hunian vertikal dengan kapasitas 54.988 unit apartemen. Data Cushman & Wakefield Indonesia memperlihatkan bahwa jumlah pasokan anyar yang berlangsung hingga dua tiga tahun mendatang itu, jauh lebih besar dari apartemen yang kini ada. Di Tangerang, saat ini terdapat 12.686 unit apartemen.

Pilihan konsumen dalam membeli hunian di kota penyangga Jakarta tak semata dilatarbelakangi oleh kepentingan investasi. Alasan sebagai hunian kedua kini juga menjadi tren. Terlebih Tangerang juga diisi dengan sejumlah kota mandiri yang terintegrasi. Di sisi lain, pembangunan infrastruktur transportasi terus digiatkan sehingga kian mendekatkan dengan DKI Jakarta. Baik itu lewat program transportasi berbasis jalan seperti bus, hingga transportasi berbasis rel seperti kereta rel listrik dan kereta ringan (light rapid transit/LRT).

Menurut Chief Executive Officer (CEO) Raja School of Property Andreas P Siregar, di kota-kota besar seperti di Jakarta dan sekitarnya, ada persoalan lahan. Harga tanah yang tinggi dan keterbatasan lahan yang ada, membangun rumah hunian tapak sudah tidak memungkinkan lagi. Hunian vertikal menjadi solusi. Hal itu tidak semata dialami Jakarta, bahkan kota seperti Bekasi pun mengarah ke hunian vertikal.

“Sampai dengan tahun 2019, pasok apartemen di Jabodetabek menjadi sekitar 193 ribu unit,” kata dia kepada Investor Daily, beberapa waktu lalu.

Investor Daily

Edo Rusyanto/EDO

Investor Daily

beritasatu.com