KPR Syariah Diproyeksi Tidak Akan Tumbuh Pesat – Property

Big Banner

JAKARTA – Perkembangan perumahan dengan kredit syariah diperkirakan tidak akan mengalami perubahan yang signifikan, khususnya memasuki akhir 2015 dan awal 2016. Hal tersebut diakui oleh Direktur PT Roema Pratama, Radityo Egi Pratama. Menurutnya, hal tersebut disebabkan karena segmentasi pasarnya tidak sebesar perumahan konvensional.

“Karena segmentasinya lebih kecil ya, dibandingkan dengan rumah non-syariah,” katanya kepada Okezone, Jumat (4/12/2015).

Perumahan dengan metode syariah, lanjut Egi, saat ini mengalami penurunan penjualan. Tidak seperti pertama kali diluncurkan.

Radityo menambahkan, pertumbuhan yang stabil justru terjadi pada proyek untuk rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Hal tersebut karena kebutuhan rumah semakin meningkat terutama jika dilihat dari pertumbuhan penduduk nya.

Tercatat, dengan pertumbuhan penduduk yang rata-rata 1,5 persen per tahun dari 250 juta jiwa, maka kebutuhan rumah di Indonesia berkisar 60 juta unit, jika satu rumah dihuni oleh empat orang.

“Kami berharap agar kebijakan ekonomi dan terobosan pemerintah yakni bantuan pembiayaan rumah baru dan renovasi rumah untuk masyarakat berpenghasilan Rp2,8 juta per bulan bisa mendorong pertumbuhan properti,” harap Egi.

Sebagai informasi, rumah syariah merupakan salah satu metode kredit kepemilikan rumah tanpa menggunakan sistem bunga. Jadi cicilan yang harus dibayar jumlahnya selalu tetap dari awal hingga akhir, sebab yang digunakan adalah sistem murabahah atau akad jual-beli.

Pihak bank hanya akan mengenakan margin harga dari harga rumah yang diinginkan konsumen, dan konsumen tinggal membayar cicilan tersebut setelah dikurangi uang muka.

(rzk)

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me