Bisnis Properti Melambat Dipicu Makro Ekonomi – Property

Big Banner

JAKARTA – Indeks Harga Properti Komersial (IHPK) pada triwulan III-2015 tercatat meningkat 0,64 persen secara triwulanan dan 26,02 persen secara tahunan. Meskipun harganya mengalami kenaikan, tren-nya justru cenderung melambat dibandingkan kenaikan pada triwulan sebelumnya, masing-masing sebesar 1,69 persen dan 32,31 persen.

Laporan Bank Indonesia (BI), Rabu (2/12/2015), perlambatan kenaikan harga properti komersial secara triwulan terjadi di hampir semua segmen, kecuali pada segmen convention hall yang mengalami kontraksi diangka -3,17 persen.

Menanggapi hal tersebut, praktisi properti Radityo Egi Pratama mengemukakan, sejumlah perusahaan properti yang mengalami perlambatan juga disebabkan karena terkait isu makro ekonomi dengan kenaikan kurs dolar serta perlambatan penyerapan belanja negara.

“Selaku praktisi, perusahaan kami pun mengalami perlambatan terutama untuk properti komersial masyarakat kelas menengah ke atas,” ujar Egi yang juga menjabat sebagai Direktur PT Roema Pratama sekaligus Ketua Hipmi Kota Bekasi.

Ia memproyeksi, hal tersebut dapat membuat banyak investor yang biasa bermain di bidang properti menahan investasinya. Hal tersebut tentu berdampak terhadap penjualan properti yang pertumbuhannya melambat sebagai efek domino.

“Ditambah lagi peningkatan target pajak oleh pemerintah membuat banyak investor menahan membeli properti untuk investasinya,” pungkasnya.

(rzk)

property.okezone.com