GDL Incar Segmen Mahasiswa dan Pebisnis

Big Banner

Surabaya – Direktur PT PP Properti Tbk, Indaryanto, mengatakan, Grand Dharmahusada Lagoon (GDL) mengincar segmen mahasiswa dan para pelaku bisnis di wilayah Indonesia timur. Maklum, superblok ini berlokasi di dekat kampus Univesitas Airlangga (Unair) Surabaya dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Proyek seluas 4,2 hektare (ha) ini dijadwalkan selesai pada 2018.

“Lokasinya yang dekat dengan kampus dua perguruan tinggi ini tentunya memberi peluang untuk diminati para mahasiswa sebagai hunian selama mereka belajar. Ini salah satu segmen yang menjadi incaran dari proyek ini,” katanya, usai groundbreaking Proyek Grand Dharmahusada Lagoon di Surabaya, Sabtu (5/12).

Selain kalangan mahasiswa, lanjutnya, proyek juga ditargetkan bisa memenuhi kebutuhan para pelaku usaha dari luar kota Surabaya terutama dari wilayah Indonesia timur seperti Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Dalam kajian pihaknya, kata dia, banyak pelaku usaha dari wilayah tersebut yang membutuhkan hunian selama mereka menjalankan aktivitas bisnis di Surabaya. “Dengan demikian, mereka bisa berbisnis dan sekaligus bersantai,” imbuh Indaryanto.

Sejak diluncurkan pada September 2015, kata dia, proyek GDL terjual 30% dari 942 unit yang ditawarkan. Penjualan itu baru sebatas pemasaran di Surabaya, belum sampai merambah kepada konsumen di luar Surabaya.

Oleh karena itu, sambung Indaryanto, setelah groundbreaking pemasaran dilakukan secara massif agar target ludes jelang rampungnya proyek pada 2018 dapat tercapai. Di sisi lain, tambahnya, PP Properti juga memperkuat komitmen perbankan untuk mendukung proyek tersebut. Sejauh ini sudah ada beberapa bank yang menyatakan komitmennya, seperti Bank Mandiri, BRI, dan CIMB Niaga. “Mereka akan mendukung 70% dari kebutuhan dana, dan sisanya dari internal perseroan terutama untuk ketersediaan lahan,” ucapnya.

Groundbreaking GDL dilakukan serempak dengan dua proyek PP Properti lainnya, yakni The Ayoma Apartment (Serpong, Banten) dan Amartha View (Semarang, Jawa Tengah).

Direktur Utama PP Properti, Taufik Hidayat, saat groundbreaking The Ayoma di Serpong, mengatakan, lewat ketiga proyek tersebut PP Properti membidik pendapatan sekitar Rp 11 triliun.

Dia mengatakan, PT PP Properti serius membuat produk berkualitas dengan menyodorkan konsep sebagai pengembang santun. “Groundbreaking yang kami laksanakan serentak di 3 kota besar di Indonesia merupakan bukti keseriusan kami menyediakan produk berkualitas,” ujar Taufik Hidayat, di Serpong, Sabtu (5/12).

Investor Daily

Amrozi Amenan/Edo Rusyanto/EDO

Investor Daily

beritasatu.com