Pemerintah Diminta Perbanyak Apartemen Buruh

Big Banner

Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Barat meminta pemerintah segera memperbanyak apartemen pekerja di daerah padat industri.

Ketua Apindo Jabar Dedy Widjaja menyatakan pemerintah perlu memperbanyak apartemen pekerja guna mendukung produktivitas di kawasan industri.

Dia menjelaskan biaya yang disetor pengusaha lewat BPJS Ketenagakerjaan pun harus dipertimbangkan untuk subsidi apartemen pekerja. Menurutnya, sudah seharusnya setoran BPJS itu saat ini direalisasikan untuk memperbanyak apartemen bagi buruh.

“Ini juga berhubungan dengan kenaikan upah. Jadi, buruh jangan hanya menuntut upah tinggi tapi juga kebutuhan seperti apartemen ini,” ujarnya seperti dilansir Bisnis.com.

Dia juga beralasan selama ini pekerja selalu terhambat oleh kemacetan akibat rumah atau kostan yang mereka tempati jauh dari tempat bekerja. “Jika apartemen diperbanyak bisa menekan ongkos pekerja karena mereka lebih berhemat berdekatan dengan lokasi pekerjaan,” ujarnya.

Dengan demikian, apabila apartemen secepatnya diperbanyak oleh pemerintah maka buruh akan lebih sejahtera karena sisa upah mereka bisa dikumpulkan untuk ditabungkan.

“Kami sangat setuju sekali apabila buruh menghemat karena sudah menghuni apartemen, yang artinya bisa menekan biaya hidup,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 92 Jabar Ajat Sudrajat mendorong agar para buruh untuk tidak hidup dengan cara-cara yang konsumtif agar mereka bisa memiliki hunian selepas mereka tinggal selama tiga tahun di apartemen transit.

Seperti diketahui, para pekerja yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan mendapatkan fasilitas untuk tinggal di apartemen (transit) hasil kerja sama BPJS dengan PT Kopel Lahan Andalan (Kopelland) untuk membangun apartemen di Jakarta, Tangerang, dan Bandung.

“Untuk di Bandung apartemen ini dibangun di dua titik yakni Baleendah, Kabupaten Bandung dan Cimareme, Kabupaten Bandung Barat dengan total tujuh twin block,” katanya. (as)

ciputraentrepreneurship.com