Renovasi Rumah Sederhana Akan Diberi Subsidi

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pemerintah akan mengeluarkan skema baru untuk perumahan bersubsidi yang bisa diambil golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Selama ini subsidi untuk perumahan diberikan pemerintah melalui program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sehingga MBR mendapatkan bunga hanya 5 persen, bantuan uang muka (BUM) Rp4 juta/orang, dan bebas PPN.

pembangunan rumah murah subsidi

Ilustrasi

Menurut Dirjen Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Syarif Burhanuddin, akan ada lagi program perumahan yang berbentuk rumah tumbuh. Dengan skema rumah tumbuh ini harga rumah bisa lebih murah dan nantinya bisa dikembangkan atau direnovasi sendiri oleh pemiliknya seiring peningkatan ekonomi kalangan MBR.

“Program rumah tumbuh ini idenya dari Bank Dunia (World Bank), jadi tipe rumahnya bisa 21 m2 sehingga harganya bisa lebih murah. Program ini nantinya juga tetap bisa dibiayai melalui skema FLPP maupun program bantuan untuk rumah swadaya dan secara anggaran bisa lebih kecil karena harga rumahnya lebih murah,” ujarnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Senin (7/12).

Berbagai skema subsidi perumahan terus digali mekanismenya karena menurut Syarif, skema subsidi yang selama ini berlaku pemerintah harus mengalokasikan dana mencapai Rp76 juta per unit rumah untuk kredit selama 20 tahun. Angka ini cukup besar dan memberatkan anggaran. Karena itu pemerintah terus mencari alternatif skema subsidi dan pembiayaan yang lebih ringan agar lebih banyak kalangan MBR yang bisa mengakses perumahan.

“Pasar perumahan kita sangat besar makanya banyak lembaga keuangan luar negeri yang mau masuk ke sini. Tinggal kita benahi mekanisme untuk bantuan kalangan MBR ini karena sumber dananya sangat banyak dari APBN, APBD, BPJS, dana CSR, sampai dana-dana dari luar negeri,” imbuhnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me