Merek Baru Tak Bisa Rebut Pasar Hotel Lama

Big Banner

BALIKPAPAN – Di kota – kota besar semakin banyak bermunculan merek hotel. Namun, merek – merek tersebut tidak serta merta bisa merebut pasar hotel lama.

Corporate Director Of Sales & Marketing Blue Sky Group, Yanuwar Dedy Setyawan mengatakan, kehadiran hotel – hotel baru takkan mampu merebut, atau mengurangi pasar hotel lama. Sebab, hotel – hotel lama tetap memiliki pasar. Dia mencontohkan pasar perhotelan di Surabaya, yang tetap memberikan pasar kepada hotel-hotel lama

“Misalnya Hotel Elmi, yang merupakan hotel lama di Surabaya. Tetapi okupansinya bagus,” jelas dia.
Atas keyakinan itula, Blue Sky tak gentar masuk ke pasar kota besar, kendati di dalamnya banyak bermunculan merek baru. Salah satu kota yang dibidik adalah Surabaya.

Berpatokan kepada masih tingginya okupansi hotel lama di Surabaya, Dedy optimistis Blue Sky juga mengalami hal serupa. Sebagai hotel lama, Blue Sky memiliki pasar fanatilk, yang menyebar di beberapa kota.

Masih soal pasar Surabaya, optimisme Dedy juga dipengaruhi oleh masifnya pengembangan infrastruktur perhubungan. “Bandara Juanda,Surabaya mengoperasikan dua terminal. Pengoperasian dua terminal itu akan meningkatkan trafik penumpang. Itu berpengaruh besar terhadap kunjungan hotel,” papar Dedy.

Selain Surabaya, kota besar lain yang dibidik adalah Makassar. Seperti Surabaya, Dedy yakin, Blue Sky bakal mendapatkan pasar di ibukota Sulawesi Selatan tersebut. Keyakinan ini, tambah dia, juga disandarkan kepada arah pembangunan Pemerintahan Jokowi, yang memaksimalkan pembangunan di Indonesia Timur. “Makassar akan terkena imbasnya secara langsung. Itu karena Makassar merupakan pintu Indonesia Timur,” tegas Dedy.

Investor Daily

Pamudji Slamet/PAM

Investor Daily

beritasatu.com