Pasar Perhotelan Kota Besar Masih Luas

Big Banner

BALIKPAPAN – Pasar perhotelan di kota – kota besar masih sangat luas. Kendati pertumbuhan hotel- hotel baru semakin masif, namun pangsa pasarnya diperkirakan tidak akan habis.

Fakta itu pula yang mendorong pebisnis hotel tetap memprioritas kota besar sebagai daerah tujuan investasi. Dorongan itu juga dimiliki oleh ikon perhotelan Balikpapan, Blue Sky. Hotel di bawah bendera Liputan Group ini konsentrasi menggarap pasar di kota – kota besar. Dua kota besar yang menjadi bidikan adalah Surabaya dan Makassar.

Chief Executive Officer (CEO) Liputan Group, Linan Kurniahu mengatakan, Surabaya dan Makassar dipilih sebagai tujuan ekpansi karena masih sangat menjanjikan. Kendati banyak hotel baru bermunculan di kedua kota besar tersebut, namun pangsa pasarnya tetap luas.

Kurnia (sapaan akrab Linan Kurniahu) tidak tergoda untuk membuka hotel di kota kecil, meski berpotensi bisnis dan perekonomian besar. Dia mencontohkan Kabupaten Bearau, yang memilliki sumber daya batu bara. “Jika bisnis batu bara berhenti, maka bisnis hotel ikut berhenti. Itu terjadi karena pasarnya sangat terbatas,” jelas Kurnia. Atas pertimbangan inilah, lanjut Kurnia, Blue Sky memutuskan membuka hotel di kota-kota besar.

Pasar hotel di Surabaya dan Makassar masih akan berkembang, “Makassar adalahpusat Indonesia Timur. Sedangkan Surabaya, merupakan kota bisnis kedua setelah Jakarta. Okupansi di kedua kota masih bagus,” tegas Kurnia.

Investor Daily

Pamudji Slamet/PAM

Investor Daily

beritasatu.com