PP Properti Kembangkan Superblok Kedua – Property

Big Banner

JAKARTA – Sukses mengembangkan superblok di wilayah Surabaya barat, Grand Sungkono Lagoon, PT PP Properti Tbk (PPRO) kini semakin ekspansif membidik pasar Surabaya. Hal ini dibuktikan dengan rencana pengembangan superblok kedua di wilayah Surabaya Timur, Grand Dharmahusada Lagoon (GDL).

Direktur Keuangan dan SDM PP Properti Indaryanto mengatakan, pengembangan GDL ini dimaksudkan menghadapi tingginya kebutuhan apartemen dan pusat perbelanjaan di Surabaya Timur. Sebab itu, pihaknya tidak ragu-ragu membelanjakan investasi Rp 450 miliar untuk membangun superblok yang terdiri atas tujuh tower tersebut.

“Akhir tahun ini pembangunan kami mulai dan kami harapkan pada tahun 2018 akhir nanti, sudah bisa hand-over,” ujarnya.

Dijelaskan, meskipun persaingan sangat ketat karena banyak pengembang besar yang juga membangun apartemen, namun begitu pihaknya optimistis, tower satu yang baru mulai dipasarkan akan terserap dengan baik yang hingga kemarin sudah terjual sekitar 30 persen. Diharapkan dalam waktu tidak lama lagi akan sold out.

Segmen yang dibidik selain kalangan keluarga juga para profesional. Selain itu juga mahasiswa menjadi pasar yang sangat menjanjikan karena banyaknya kampus dari universitas ternama baik negeri maupun swasta seperti Unair, ITS, Universitas Widya Mandala.

“Untuk tahap awal kami kembangkan dulu mal dan kami harapkan pada 2017 sudah operasional,” tandasnya.

Tahun depan, PT PP Properti Tbk bakal menerbitkan obligasi korporasi sekitar Rp1 triliun. Penerbitan obligasi dilakukan untuk mendukung ekspansi usaha perseroan. Obligasi ini akan diterbitkan perseroan pada semester pertama tahun 2016 mendatang.

”Tahun depan kita terbitkan obligasi sampai Rp 1 triliun untuk beli lahan dan investasi anak usaha seperti joint venture (JV) dan pembangunan mall. Saat ini kami masih dalam proses rating oleh Pefindo. Diharapkan, akhir tahun ini hasil ratingnya sudah bisa keluar sehingga PPRO bisa langsung melakukan aksi korporasinya,”ujarnya.

Sementara itu, perseroan juga berencana untuk menerbitkan surat utang jangka menengah atau medium term note (MTN) sebesar Rp 300 miliar. Nantinya, dana hasil penerbitan MTN akan digunakan untuk membeli lahan yang sebesar 15 hektar dan juga untuk penyertaan anak usaha. Menurutnya, landbank seluas 15 ha tersebut akan berlokasi di sekitar Jabodetabek.

Disebutkan, MTN yang diterbitkan akan memiliki tenor tiga tahun dengan kupon 10-11 persen. Untuk menambah landbank seluas 15 ha perseroan juga akan menganggarkan dari sisa dana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) sebesar Rp250 miliar.

“Kita juga masih punya dana IPO, itu nanti untuk tambahan investasi untuk landbank,” tukasnya.

(rzk)

property.okezone.com