Bangun Kawasan Wisata Lombok Lebih Gampang daripada Bali

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah menunjuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC) untuk membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Karena sebelumnya pernah menggarap Nusa Dua, Bali, ITDC menganggap pembangunan di Mandalika tidak terlalu sulit. ITDC pun akan mengadopsi konsep pembangunan Nusa Dua untuk diterapkan di Mandalika.

“Kawasan ini lebih siap daripada Nusa Dua dulu saat kami pertama kali masuk. Di Lombok, lahan untuk pengembangan sudah fill and clear,” ujar Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer kepada Kompas.com, di Jakarta, Selasa (8/12/2015).

Di Nusa Dua, ITDC sudah mengembangkan berbagai fasilitas pariwisata bertaraf internasional kelas atas antara lain hotel, lapangan golf, convention center, rumah sakit, dan museum di dalam kawasan seluas 350 hektar.

Saat ini, kawasan tersebut sudah lengkap dan terbangun hingga 95 persen sejak pengembangan dimulai pada 1973.

Adapun Mandalika, Abdulbar menjelaskan, sempat akan dikembangkan oleh investor dari Dubai, Uni Emirat Arab, yakni Emaar Properties.

Pada 2008, Emaar Properties dan Pemerintah Provinsi NTB tidak menemui kesepakatan sehingga batal membangun kawasan tersebut.

Kemudian, lanjut Abdul, ITDC ditunjuk oleh pemerintah untuk mengembangkan kawasan seluas 1.175 hektar tersebut.

Selama proses menuju kesepakatan sebelumnya, infrastruktur sudah banyak yang terbangun sehingga menjadikan Mandalika siap dikembangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Sudah ada Bandara Internasional Lombok Praya. Dulu, bandara ini dibangun juga untuk memudahkan (Emaar) ke Lombok,” sebut Abdulbar.

Selain bandara, tutur dia, infrastruktur jalan juga sudah terbangun dengan kualitas memadai sepanjang 4 kilometer.

Nantinya, ITDC akan membangan kawasan pariwisata kelas atas yang dilengkapi berbagai macam fasilitas antara lain hotel bintang 4 dan 5, lapangan golf, pusat konvensi (convention center), dan amusement park seperti Disney Land.

Seluruh fasilitas ini akan dibangun dengan konsep eco friendly atau ramah lingkungan namun tetap mengusung budaya lokal Lombok.

Baca juga:
Catat, “Gong” Pembangunan KEK Mandalika 12 Desember 2015
Batal Digarap Investor Dubai, KEK Mandalika Diambil Alih ITDC

properti.kompas.com