Meski Ekonomi Lesu, Jakarta Masih Papan Atas Dunia

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Kendati kondisi perekonomian Indonesia belum menunjukkan perbaikan, namun Jakarta masih menempati posisi papan atas Global Prime Cities Index kuartal III 2015 secara tahunan, atau periode September 2014-September 2015. 

Dalam indeks keluaran Knight Frank tersebut, ibu kota Indonesia ini berada di peringkat keempat setelah Vancouver, Sydney, dan Shanghai dengan pertumbuhan harga 9,4 persen. 

Sementara pertumbuhan harga rumah mewah di Vancouver sebesar 20,4 persen, Sydney 13,7 persen, dan Shanghai 10,7 persen.

Menurut Associate Director Knight Frank Indonesia Hasan Pamudji, kinerja tersebut jauh lebih rendah bila dibandingkan pencapaian pada kuartal III-2014.

Saat itu, indeks pertumbuhan harga rumah mewah Jakarta masih bertengger di posisi 27,2 persen.

“Jakarta tahun lalu masih memuncaki daftar Global Prime Cities Index,” ujar Hasan kepada Kompas.com, Selasa (8/12/2015). 

Jakarta, kata Hasan, mengalami perlambatan tajam harga rumah mewah karena berbagai faktor yang memengaruhinya. Mulai dari tingkat suku bunga, fluktuasi Rupiah, hingga Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Hal tersebut menjadi penyebab transaksi hunian mewah melambat. Akibatnya, pertumbuhan harga pun secara paralel mengikuti.

“Kenaikan harga tidak seperti dulu yang bisa mencapai 30 persen hingga 40 persen,” tandas Hasan.

Saat ini, harga hunian mewah Jakarta berada pada level rerata Rp 56,4 juta per meter persegi. 

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me