Prizinan Penggunaan Lahan Akan Dipermudah

Big Banner
Rakernas REI 2015Rakernas REI 2015

Propertinet.com – Salah satu bahasan dalam Rapat Kerja Nasional Real Estat Indonesia (Rakernas REI) 2015 adalah mengenai perizinan penggunaan lahan. Ada sejumlah isu yang menjadi perhatian REI.

Eddy Hussy, Ketua Umum REI menuturkan perizinan lahan dan pembebasannya harus dipercepat. Pasalnya, bertele-telenya perizinan menjadi isu penting karena dapat menimbulkan biaya tinggi dan ketidakpastian bagi pengembang.

Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) berencana menyederhanakan pemberian izin pada tahun 2016 nanti.

Penyederhanaan dilakukan dengan memasngkas jumlah izin dan jangka waktu pengurusan izin.

“Kami akan menyederhanakan perizinan pembebasan lahan dari 42 izin menjadi 8 izin yang bisa diselesaikan dalam waktu paling lama 14 hari dari sebelumnya 26 bulan,” jelas Dirjen Pembiayaan perumahan Kementerian PUPR, Maurin Sitorus, di Jakarta, Rabu (2/12/2015).

           Baca Juga!

 

Maurin menegaskan perizinan itu nantinya akan berada di bawah otoritas pemerintah daerah (pemda). Selain penyederhanaan izin, Kementerian PUPR kini tengah menggodok aturan terkait tarif izin bagi rumah MBR.

“Kami akan berusaha memberikan keringanan tarif penerbitan izin IMB dan BPHTB untuk rumah MBR hingga turun menjadi 95 persen. Beberapa pemda sudah melaksanakan ini,” tambahnya.

Daerah yang sudah menerapkan aturan itu adalah Sorong. Pemkot Sorong telah memberikan 0 persen terkait tarif izin tersebut.

Aturan itu, menurut Maurin, akan diaplikasikan menjadi instruksi presiden atau inpres untuk bisa dipatuhi oleh semua pemda.

“Kalau cuma jadi peraturan menteri, pemda nggak mau patuh, makanya sekarang aturan itu sedang diproses jadi inpres,” tandas dia.

propertinet.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me