Syarif Burhanuddin: Harga Rumah Subsidi Bisa Lebih Ditekan

Big Banner

Syarif Burhanudiin, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PU-PR mengatakan kepada Rumahku.com bahwa harga rumah murah pada tahun 2016 harusnya bisa ditekan. Artinya, maksimal harga rumah subsidi tahun depan bisa lebih rendah dari tahun 2015. 

Padahal menurut beberapa pengembang, tahun depan rumah subsidi naik sekitar 5 persen sampai 10 persen berdasarkan atas kenaikan harga material yang bakal terjadi. 

Pada tahun 2015 sendiri, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 113/PMK.03/201 mengatakan bahwa harga rumah subsidi yang ditetapkan oleh pemerintah standarnya di bawah Rp 114 juta, dan Rp 116 juta untuk Sulawesi, serta Rp 174 juta untuk di wilayah Papua. 

Penurunan harga rumah subsidi yang dikatakan Syarif bukanlah tanpa alasan. Menurutnya pemerintah akan menelurkan beberapa kebijakan yang mampu menekan harga rumah subsidi di tahun 2016. Diantaranya adalah izin pembebasan lahan yang kabarnya akan menjadi Rp 8 juta – Rp 10 juta per meter persegi, bebas biaya PPN, serta diskon biaya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). 

Tak tanggung-tanggung, Syarif menegaskan pemotongan itu (IMB dan BPHTB) kabarnya akan mencapai 95 persen. Hanya saja, semua itu hanya terbatas pada pembangunan rumah murah, meski Keputusan Menteri tersebut masih sedang dalam tahap penggodokan. 

“Kami berharap rumah (subsidi) yang dibangun bisa ditekan lagi harganya. Tapi pada kenyataannya, dana PSO sudah masuk saja harga rumah murah masih tetap,” imbuh Syarif. 

Menurut Maurin Sitorus, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan PU-PeRa, dana APBN yang digelontorkan untuk membangun rumah murah sendiri sudah naik, dari yang sebelumnya sebesar Rp 5,1 triliun menjadi Rp 20 triliun.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me