Alasan Peningkatan Permintaan Rumah 2016 versi Cushman

Big Banner

Jakarta – Properti sektor perumahan diramalkan kian membaik memasuki akhir 2015. Bahkan, pada 2016 permintaan dan pasokan perumahan diprediksi menorehkan peningkatan dibandingkan setahun sebelumnya.

“Tingkat pertumbuhan permintaan tahunan diharapkan dapat mencapai 3,6% di akhir tahun 2015, dan secara moderat akan meningkat menjadi 3,9% di tahun 2016,” jelas Arief Rahardjo, kepala riset & advisory Cushmand & Wakefield Indonesia, dalam kajiannya yang diterima Investor Daily, Kamis (10/12).

Dia menambahkan, untuk tingkat pertumbuhan pasokan tahunan diharapkan dapat meningkat sebesar 3,9% pada akhir tahun 2015 dan 4,1% pada 2016. Mayoritas pasokan terdiri atas segmen menengah-bawah dan menengah.
Peningkatan permintaan dan pasokan itu, jelas dia, didorong oleh penetapan aturan baru mengenai peningkatan loan to value (LTV). Pada peraturan tersebut batasan maksimum LTV sebesar 80% akan ditetapkan pada transaksi kredit properti pertama.

“Sedangkan batasan maksimum LTV sebesar 70% dan 60% masing-masing akan ditetapkan pada transaksi kredit properti kedua dan ketiga,” katanya.

Pada 2015, kata dia, para developer dalam menyikapi kondisi pasar yang melemah cenderung untuk meluncurkan unit rumah dengan harga yang lebih terjangkau dan mudah diserap oleh pasar. Lebih dari setengah jumlah pasokan baru berada pada segmen bawah sampai menengah, atau sekitar 75% dari total pasokan baru.

“Akibatnya, terjadi penurunan penyerapan dalam rupiah yang cukup signifikan selama periode tersebut,” ujarnya.

Investor Daily

Edo Rusyanto/EDO

Investor Daily

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me