Tren Harga Kondominium Terus Naik Pada 2016

Big Banner

Jakarta – Sepanjang tahun 2015, performa keseluruhan pasar kondominium mengalami sedikit perlambatan. Perlambatan ekonomi Indonesia membuat para pembeli mengambil sikap ‘wait-and-see’ sampai keadaan dianggap membaik. Di sisi lain, tren harga kondominium akan terus naik pada tingkat pertumbuhan yang lebih lambat.

“Dalam menanggapi rendahnya permintaan, developer-developer menawarkan berbagai insentif seperti cara pembayaran yang lebih mudah ditambah dengan diskon yang atraktif dan juga bonus yang menarik,” papar Arief Rahardjo, kepala riset & advisory Cushmand & Wakefield Indonesia, dalam kajiannya yang diterima Investor Daily, Kamis (10/12) siang.

Dia menjelaskan, kondominium kelas menengah terus mendominasi keseluruhan transaksi penjualan proyek mendatang dan terbangun, dan berkontribusi lebih dari 50% dari total penjualan tahun 2015. Penawaran proyek mendatang baru di pinggiran Jakarta juga mendominasi dan total unit pasokan di Tangerang, Bekasi, Bogor, dan Depok telah melebihi pasokan di Jakarta.

Tahun depan, tingkat pra-penjualan diprediksikan akan turun ke level 60,2%. Penyerapan proyek mendatang masih dalam kondisi yang sehat meskipun tidak sekuat tahun 2014. Meskipun pasar masih diperkirakan akan turun pada 2016, namun tren harga kondominium akan terus naik pada tingkat pertumbuhan yang lebih lambat.

Tingginya harga rumah tapak di Jakarta mulai mengubah perspektif pembeli terhadap pengembangan kondominium. Pada 2016, banyak developer yang akan memanfaatkan kesempatan ini dengan menawarkan proyek apartemen yang lebih terjangkau di area Jabodetabek. “Kawasan itu memiliki akses bagus ke angkutan umum atau akses langsung ke jalan tol ke CBD Jakarta seperti daerah Depok, Cibubur, Ciracas, Bekasi Barat, dan Cikarang,” pungkasnya.

Investor Daily

Edo Rusyanto/EDO

Investor Daily

beritasatu.com