2016, Pasokan Pusat Ritel Jakarta Tumbuh 9%

Big Banner

Jakarta – Pasokan pusat ritel di Jakarta diproyeksikan akan bertumbuh sebesar 9,0% pada 2016. Pasokan mendatang berasal dari beberapa lifestyle center dan one-stop shopping center yang sudah mempunyai izin, sebelum diberlakukannya peraturan moratorium oleh Gubernur DKI Jakarta, seperti Central Park Extension.

Sedangkan penambahan pasokan di pasar ritel Debotabek berasal dari one-stop shopping center yang berada di dalam kawasan perumahan. “Contohnya, Mal Metropolitan Cileungsi dan Q-big BSD, dan pusat ritel tersebut diprediksikan akan menambah pasokan pasar ritel di Debotabek sebesar 7,4% di 2016,” kata Arief Rahardjo, kepala riset & advisory Cushmand & Wakefield Indonesia, dalam kajiannya yang diterima Investor Daily, Kamis (10/12) siang.

Meskipun keadaan ekonomi nasional melambat, tambahnya, Indonesia, terutama Jadebotabek, masih menjadi target untuk ekspansi bagi riteler internasional. Pusat perbelanjaan yang masih dalam tahap pembangunan diharapkan dapat mencapai tingkat pra-komitmen yang relatif tinggi.

“Namun, kegiatan fit-out dan kondisi ekonomi nasional diperkirakan akan menahan rata-rata tingkat hunian dalam waktu pendek. Harga sewa di pusat perbelanjaan primer akan mengalami kenaikan di tahun depan,” ujarnya.

Investor Daily

Edo Rusyanto/EDO

Investor Daily

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me