Pengamat Bilang Timur Jakarta Bakal Salip Tangerang

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Melebarnya daerah pengembangan properti di sekitar penyangga Jakarta dipengaruhi berbagai faktor. Di antaranya defisit lahan dan pembangunan infrastruktur.

“Kita tidak bisa melepas aspek infrastruktur pada pembangunan properti di suatu daerah. Infrastruktur bisa berupa Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), jalan tol, atau kereta api double track,” ujar pengamat properti Indonesia Property Watch Ali Tranghanda kepada Kompas.com, di Jakarta, Kamis (10/12/2015).

Adanya pembangunan infrastruktur, lanjut dia, merupakan salah satu tolok ukur yang membedakan pembangunan antara barat dan timur Jakarta.

Ali menilai, pembangunan properti di Bogor, Depok, dan Bekasi, tidak semasif di Tangerang, Banten. Namun, ia melihat saat ini ada upaya pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah timur Jakarta.

Infrastruktur tersebut antara lain Ruas Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu), Cimanggis-Cibitung, dan jalur ganda (double track) dari Manggarai-Bekasi.

“Ketika semua terhubung, lokasi sekitar Jakarta Timur akan meyusul Tangerang,” ucap Ali.

Memang Tangerang dan kawasan barat Jakarta saat ini masih lebih unggul. Contohnya Maja, Lebak, Banten.

Kawasan ini terbilang jauh dan terbelakang. Namun, karena adanya infrastruktur yang memadai yaitu jalur kereta api dan commuter line, Maja jadi lebih terjangkau secara akses.

Begitu pula dengan pengembangan di Alam Sutera, Tangerang, Banten. Kondisi saat ini berbeda jika dibandingkan 5-10 tahun silam.

Sejak adanya pintu keluar tol di Alam Sutera, pengembangan di daerah tersebut langsung melonjak.

“Pinggiran Jakarta yang berkonsep Transit Oriented Development (TOD), itu yang paling dicari oleh masyarakat,” jelas Ali.

properti.kompas.com