Pemerintah Siap Persingkat Izin Pembangunan Perumahan

Big Banner

Jakarta – Pemerintah akan terus berupaya untuk mempersingkat izin pembangunan rumah murah oleh para pengembang. Adanya kepastian dan kemudahan dalam perizinan diharapkan akan mendorong pembangunan rumah bagi masyarakat di tahun 2016. “Kami akan terus mendorong adanya kemudahan dalam perizinan untuk pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Apalagi kebutuhan rumah untuk masyarakat tentunya juga akan semakin meningkat pada tahun 2016,” kata Dirjen Penyediaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Syarif Burhanuddin, dalam siaran persnya, Jumat (11/12).

Menurut Syarif, salah satu faktor penghambat pembangunan rumah di daerah adalah masalah perizinan. Selama ini semua perizinan tidak berbeda jauh antara izin untuk pembangunan rumah mewah, rumah menengah dan rumah sederhana. “Selama ini yang membedakan hanya luasan kawasan perumahan yang akan dibangun. Jika di atas 25 hektar memerlukan dua tahapan izin dan waktunya juga cukup lama yakni sekitar 26 bulan. Tentu itu membutuhkan waktu yang cukup panjang dan tidak memberikan kepastian bagi para pengusaha untuk membangun rumah,” terangnya.

Pemerintah, imbuhnya, optimistis penyelesaian masalah perizinan yang menjadi bottle neck dalam pembangunan perumahan bisa selesai pada akhir tahun ini. Inpres yang mengatur kemudahan itu pun sudah disiapkan.

“Inpres yang akan memangkas kemudahan izin dari sekitar 42 tahapan menjadi delapan tahapan saja sudah disiapkan. Dan masalah waktu yang sebelumnya bisa memakan waktu 26 bulan diharapkan bisa dipangkas menjadi 14 hari saja. Tentu aturan-aturan itu akan mendorong pembangunan sejuta rumah bagi masyarakat lebih mudah untuk tercapai,” harapnya.

 

Suara Pembaruan

Siprianus Edi Hardum/EHD

Suara Pembaruan

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me