Potensi Besar, Porsi KPR Baru 3,5 Persen

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pasar perumahan di Indonesia menyimpan potensi bisnis sangat besar. Dengan populasi penduduk sebanyak 250 juta permintaan rumah di Indonesia menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Rata-rata kebutuhan rumah setiap tahun mencapai 800 ribu unit. Tapi pasar yang sangat gemuk ini  belum digarap secara optimal oleh bank. Buktinya, porsi KPR hanya 3,5 persen dari total kredit perbankan. Masyarakat tampaknya banyak yang membangun rumah secara swadaya, tidak membeli dari pengembang. Kalau yang membeli dari pengembang mayoritas menggunakan KPR, 78 persen.

ilustrasi

ilustrasi

“Bandingkan dengan KPR di Singapura porsinya mencapai 53 persen, Malaysia 33 persen, Thailand 13 persen, dan India 9 persen. Pasar perumahan di Indonesia itu sangat besar bahkan tidak bakalan habis. Belum termasuk backlog perumahan yang mencapai 13,5 juta unit,” ujar Maurin Sitorus, Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), pada acara HUT Bank BTN ke-39 di Jakarta, Kamis (10/12).

Karena itu sektor properti merupakan bisnis yang sangat menjanjikan. Pemerintah juga mencanangkan program sejuta rumah untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang pasarnya tidak terbatas. Berapa pun rumah yang dibangun  pengembang dijamin ada pembelinya. “Rumah itu bukan hanya properti (aset), tapi tolok ukur kesejahteraan masyarakat. Rumah punya fungsi strategis untuk mengurangi ketimpangan ekonomi,” imbuhnya.

housing-estate.com