Pemerintah Cari Terobosan Atasi Backlog Perumahan

Big Banner

Jakarta – Pemerintah akan terus mencari terobosan dalam memenuhi kebutuhan rumah masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Di sisi lain, Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) menambah target untuk mendukung program Sejuta Rumah.

Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maurin Sitorus, pada HUT ke-17 dan Rakernas Apersi 2015 di Makassar, akhir pekan lalu. Dia menegaskan untuk mengatasi angka kekurangan rumah (backlog) yang mencapai lebih dari 15 juta unit pemerintah akan melakukan berbagai terobosan.

Tahun depan, ungkap dia, dana untuk rumah subsidi dinaikkan menjadi Rp 12,5 triliun, dari Rp 5,3 triliun pada 2015.

Selain itu, pemerintah akan terus mendorong percepatan proses perizinan bagi pengembang rumah subsidi. Menurut Maurin, Inpres yang mengatur kemudahan itu pun sudah disiapkan dan ditargetkan selesai sebelum akhir tahun ini.

“Inpres yang akan memangkas kemudahan izin dari sekitar 42 tahapan menjadi delapan tahapan saja sudah disiapkan. Dan masalah waktu yang sebelumnya bisa memakan waktu 26 bulan diharapkan bisa dipangkas menjadi hanya 14 hari,” ujar dia.

Sementara itu, HUT ke-17 dan Rakernas Apersi 2015 di Makassar dihadiri 29 dewan pengurus daerah (DPD) dari seluruh Indonesia termasuk satu DPD yang baru dilantik yakni DPD Sulawesi Barat. Pembukaan kegiatan ini dilakukan Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta, disaksikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo.

Menurut Eddy Ganefo, total anggota Apersi sekarang tercatat 4.000 perusahaan. “Sebanyak 95% di antaranya merupakan pengembang rumah subsidi,” kata dia dalam publikasinya, di Jakarta, Selasa (14/12).

Investor Daily

Edo Rusyanto/EDO

Investor Daily

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me