Saatnya Hotel Lokal Merebut Pasar (1)

Big Banner

Industri perhotelan Tanah Air terus bertumbuh. Operator hotel, baik lokal maupun internasional mewarnai pertumbuhan itu. Seberapa besar peluang operator lokal merebut pasar ?

“Seharusnya operator lokal lebih berpeluang,” tegas Direktur Utama Kagum Group Henry Husada.

Bukan tanpa alasan Henry menyampaikan penegasan itu. Sejauh amatannya, operator hotel lokal sudah mampu membendung penetrasi operator global. “Ini soal kemampuan. Pemain lokal memiliki kemampuan mengelola hotel, yang cukup bagus,” ujarnya, kembali bernada tegas.

Membicarakan kemampuan, berarti membicarakan jam terbang. Banyak operator lokal, kata Henry, yang sudah berpengalaman dan memiliki jam terbang yang panjang. Bahkan, jam terbang itu juga ditopang oleh pengalaman membangun dan membesarkan hotel milik sendiri. Di industri perhotelan, tak sedikit operator yang memulai bisnis hotel, dengan membangun dan mengelola hotel milik sendiri.

Ada banyak brand, yang bisa dijadikan contoh. Beberapa diantaranya adalah Santika, Kagum Group, Parador Hotels & Resort, Padjadjaran Suites Hotels Indonesia (PSHI), dan Blue Sky Group. Nama – nama tersebut hanya sebagian dari sederet brand lokal, yang semakin matang merebut peluang di industri perhotelan Tanah Air. Disebut matang, karena brand-brand itu telah berpengalaman membangun dan mengelola hotel.

Kagum Group,misalnya, sebelum mengembangkan bisnis ke operator telah memiliki hotel yang dibangun dan dikelola sendiri. Hingga kini, kata Hendry, Kagum memiliki 27 hotel di berbagai bintang. Dari jumlah tersebut, sebesar 20% merupakan bintang dua, 30% bintang tiga, dan 50% bintang empat. Masing-masing bintang memiliki brand sendiri. Bintang dua memakai brand Zodiak, bintang tiga (Serela), dan bintang empat menggunakan brand Golden Flower.

Sebanyak 27 hotel itu menyebar ke sejumlah kota. Yakni, Bali, Bandar Lampung, Palembang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Cilegon, Raja Ampat, dan Cirebon. Selain hotel sendiri, Kagum Group juga mengelola hotel milik investor. Di titik inilah, Kagum bertindak sebagai operator.

“Ada belasan hotel milik investor yang kami kelola. Mayoritas di bintang tiga dan empat,” jelas Henry.

Investor Daily

Pamudji Slamet/PAM

Investor Daily

beritasatu.com