Ini Konsep Tren Arsitektur, Eksterior dan Interior 2016

Big Banner

Konsep lokalitas sepertinya akan menjadi tren yang berkembang luas di 2016. Ini didasarkan dari pernyataan sejumlah desainer dari sejumlah negara, termasuk Indonesia. Berbagai material alam, warna-warna hangat dan kekhasan daerah bakal menonjol. Baik itu lewat desain arsitektur, eksterior maupun interior.

Masyarakat akan cenderung mengenang masa lalu dengan cara kekinian di tahun 2016. Dengan kata lain, hal-hal lokal atau kedaerahan yang dulu dianggap kuno akan mengalami regenerasi. Tampilan dan fungsinya akan lebih menarik dan sesuai untuk gaya hidup masyarakat modern saat ini.

“Bangunan tradisional akan lebih bersih dan canggih. Akan semakin banyak orang mencampurkan nuansa pedesaan seperti kayu dengan logam. Misalnya untuk desain dapur,” terang Debbie Gildersleeve, pemilik Renee di Mattituck, seperti informasi yang diterima Rumahku.com.

Perpaduan tersebut akan menciptakan kesan netral, tenteram, tidak terlalu formal, namun tak juga berantakan. Inilah alasan kenapa konsep lokalitas bakal populer tahun depan karena ada kecenderungan masyarakat untuk membuat lingkungan dan hunian lebih hidup, lewat kenangan masa lalu dan masa depan.

“Tren ini sebenarnya sudah banyak diminati saat ini. Namun tahun depan penerapannya akan jauh lebih meluas. Mulai dari arsitektur, eksterior hingga interior,” kata Renee Lisowy, pemilik Wallace Home Design di Southold.

Di Indonesia sendiri, warna ini juga diprediksi bakal menjadi tren. Penerapannya akan meluas dari bangunan rumah, apartemen, ruko dan sebagainya.

“Lokalitas sudah pasti akan makin banyak dan meluas. Saat ini saja sudah banyak bangunan yang semakin tematik dan khas. Jadi tren nanti pasti ke sana,” jelas Cosmas Gozali, Arsitek PT Arya Cipta Graha.

Maksud dari konsep lokalitas bukan hanya secara tampilan dan jenis bahan. Tapi juga melihat dari mana bahan tersebut didapatkan. Karena serba lokal, tentu bahan yang digunakan memanfaatkan kekayaan alam sekitar. Misalnya membangun perumahan di Sumatera. Bahan material yang dipakai adalah yang dibuat atau ada di Sumatra, bukan kiriman dari pulau lain.

Konsep lokalitas juga mampu menampilkan kekhasan dan keragaman budaya di Indonesia. Lokalitas bisa menjadi kunci arsitek untuk bersaing di pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sesuatu yang lokal tersebut akan berpotensi mencuri perhatian khalayak luas jika dikemas baik.

rumahku.com