Developer Bisa Ikut Atasi Backlog Tapi Butuh Regulasi – Property

Big Banner

JAKARTA – Tempat tinggal menjadi salah satu kebutuhan pokok sebagai makhluk hidup. Namun pada kenyataannya, hingga saat ini di Indonesia belum semua masyarakatnya memiliki rumah atau bahkan sekedar menyewa.

Berdasarkan data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), backlog perumahan di Indonesia 2014 sebesar 7,6 juta unit berdasarkan konsep penghunian.

Sedangkan berdasarkan konsep kepemilikan terjadi backlog lebih besar berjumlah 13,5 juta unit. Untuk rumah tidak layak huninya sendiri sebesar 3,4 juta unit di tahun 2014.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan, Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mengatakan, backlog tersebut ditengarai oleh beberapa hal di antaranya ketimpangan antara pasokan (supply) dan kebutuhan (demand).

“Selain itu keterbatasan kapasitas pengembang (developer) yang belum didukung oleh regulasi yang bersifat insentif juga menjadi salah satu alasan terjadinya backlog,” jelasnya.

Sebagai informasi, pemerintah menargetkan pembangunan rumah di 2015 sebanyak 1 juta unit. Target tersebut untuk mengurangi backlog kebutuhan rumah yang terus bertambah tiap tahunnya.

(rzk)

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me