Praktisnya Tinggal di Apartemen – Property

Big Banner

JAKARTA – Membuat apartemen senyaman rumah tapak dengan area hijau di dalamnya, bukan hal yang mustahil. Asal kreatif, Anda bisa menciptakan ruang-ruang fungsional layaknya rumah tapak.

Ketersediaan rumah tapak di Ibu Kota dengan harga yang terjangkau rasanya sudah semakin jarang ditemui. Tren hunian vertikal pun merajai pembangunan kota-kota besar.

Selain menjadi alternatif keterbatasan lahan, kehadiran apartemen menjawab kebutuhan masyarakat bermobilitas tinggi akan hunian di pusat kota dengan gaya hidup yang praktis. Menurut Fadli Sirajuddin, arsitek dari biro arsitek a+Plan Architect and Interior Work, dalam menata apartemen mungil, Anda harus cerdas memanfaatkan elemen interior. Pertama , pastikan dinding tampil dengan warna cerah karena akan memberikan kesan lapang dan terang.

Kedua , jika memungkinkan, sediakan cermin di satu sisi dinding untuk memberikan kesan luas. Ketiga , usahakan untuk membuat furnitur custom (membuat sendiri) sehingga dapat dibentuk multifungsi dan sesuai dengan ukuran ruang yang tersedia. Hal ini menghindari ketidaksesuaian dimensi furnitur siap pakai dengan ukuran yang tersedia.

”Misalnya dengan membuat tempat tidur compact , yang dapat dilipat ke dinding sehingga saat tidak digunakan dapat dijadikan ruang lain. Begitu pun dengan meja makan. Kita juga harus memanfaatkan ceruk di dinding sebagai area penyimpanan,” ujar Fadli.

Saat memutuskan untuk tinggal di apartemen, itu berarti Anda harus siap mengubah gaya hidup. Tinggal di apartemen menuntut sikap rasional, efisien, simpel, praktis, dan mandiri. Bila saat tinggal di rumah tapak Anda bisa mengoleksi barang tanpa memikirkan ruang, tinggal di apartemen menuntut Anda untuk mempertimbangkan barang yang ingin dibeli dengan ruang yang tersedia.

Bila terlalu banyak barang akan membuat ruang terkesan sumpek dan sempit, sedangkan bila menaruhnya di koridor akan mengganggu mobilitas penghuni apartemen lainnya. Fadli mengatakan, ketika tinggal di apartemen, Anda harus lebih jeli melihat peluang ruang sisa. Misalnya menciptakan area simpan di bawah sofa. Selain itu, jangan pernah ragu untuk membuang barang yang tidak terpakai dan usahakan meletakkan barang yang telah diambil ke tempat semula ia berada.

Hal ini bertujuan agar Anda terbiasa meninggalkan barang dalam keadaan rapi. ”Jika sudah tidak dibutuhkan, jangan ragu untuk membuang barang-barang tersebut. Buatlah prinsip satu barang baru masuk ke apartemen, maka satu barang lama harus dikeluarkan,” ujar Fadli.

Jika Anda ingin menghadirkan area hijau di apartemen dapat dilakukan dengan memanfaatkan balkon, yang biasanya memiliki standar ukuran 1m x 1,5 m. Dengan luas ini, Anda dapat menanam tanaman kecil atau tanaman rambat yang mudah dirawat.

Tanaman rambat ini efektif menahan debu. Beberapa jenis tanaman rambat yang bisa dihadirkan antara lain vernonia elaeafnifolia (curtain creeper ) dan tanaman merambat berbunga seperti morning glory. Atau Anda juga bisa menghadirkan kebun vertikal dan taman dengan menggunakan sistem tanam hidroponik. Bagaimana, masih bilang tinggal di apartemen seperti tinggal di ruang terbatas? Perhatikan penataannya ya.

(rzk)

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me