Pertambahan Cuma 2 Persen, Realistiskah Program 100-0-100?

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) mengklaim beberapa pencapaian sepanjang tahun 2015 ini.

Namun, program 100-0-100 yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 3 tahun 2014-2019 masih akan menjadi prioritas pada 2016.

Progres program 100-0-100 saat ini sudah 72 persen untuk fasilitas air minum dan sanitasi serta drainase baru 1,6 persen. Pertambahannya hanya 2 persen per tahun.

“Karena itu, Cipta Karya masih fokus pada program 100-0-100 sampai akhir tahun 2019 untuk sanitasi dan air minum,” ucap Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Andreas Suhono, di Jakarta, Selasa (22/12/2015).

Demi mendukung itu, Andreas menegaskan akan membangun Sarana Penyedia Air Minum (SPAM) Regional di beberapa daerah perkotaan yang air minumnya sulit dikelola oleh PDAM.

Saat ini, Ditjen Cipta Karya telah membangun 4 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional, termasuk SPAM Kartamantul yang baru dibangun Sabtu (19/12/2015) lalu.

“Tahap 1 SPAM Yogyakarta, Sleman, dan Bantul sudah dikerjakan yang mampu menyediakan air minum 200 liter per detik. Nantinya akan ada tiga tahap pembangunan dan bisa menyediakan hingga 700 liter per detik,” jelas Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, Selasa (22/12/2015).

Thinkstock Ilustrasi sampah

Permasalahan sanitasi juga menjadi hal yang menjadi perhatian Ditjen Cipta Karya dalam kaitannya dengan realisasi program 100-0-100.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me