Mewujudkan Smart City Dibutuhkan Peran Pengusaha – Property

Big Banner

JAKARTA – Sejumlah kebijakan Pemerintah Kota Bekasi saat ini tengah diarahkan pada realisasi program kota pintar atau smart city. Namun, berbagai problematika masyarakat pun terus tumbuh seiring dengan berkembangnya peradaban masyarakat di tengah kota.

Kepala Dinas Tata Kota Bekasi Koswara, menilai persoalan tersebut tidak bisa ditanggulangi secara sepihak oleh unsur pemerintah saja, namun juga memerlukan sebuah kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat mulai dari komponen pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

“Mengapa kolaborasi dari tiga komponen tersebut diperlukan sebab untuk mewujudkan smart city itu harganya mahal. Mustahil keuangan pemerintah daerah mampu menutupi seluruh kebutuhan biaya infrastruktur smart city, sehingga di sanalah dibutuhkan peran pengusaha yang bersedia menanamkan investasinya,” katanya.

Sebuah infrastruktur canggih dibutuhkan untuk mengolaborasikan kepentingan komponen masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha agar menjadi satu-kesatuan sistem yang dikelola dalam sebuah jaringan teknologi informasi.

Infrastruktur tersebut diharapkan dapat membuat seluruh kebijakan publik tidak lagi bersifat sektoral oleh masing-masing instansi, namun dijalankan secara terintegrasi pada satu objek dengan mengandalkan kecerdasan teknologi.

“Analoginya seperti membangun sebuah jaringan jalan tol. Semua unsur masyarakat perkotaan masuk dalam jaringan tersebut. Begitu pula dengan konsep jaringan infrastruktur smart city yang harus seperti itu. Semua ruang harus terintegrasi satu dengan yang lainnya. Kalau sekarang masih bersifat parsial, dampaknya akan acak-acakan,” katanya.

(rhs)

property.okezone.com