80 Persen Penduduk Akan Tinggal di Perkotaan

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis data yang menyebutkan nanti tahun 2050 sekitar 80 persen penduduk dunia tinggal di perkotaan. Jumlah ini meningkat signifikan karena 2014 lalu penduduk di perkotaan menurut PBB sebanyak 54 persen. Kenaikan populasi ini akan membuat kota mengalami penurunan daya dukung bila tidak direncanakan dan diatur dengan baik.

Jakarta kota termacet di dunia

Jakarta kota termacet di dunia

Menurut Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Hermanto Dardak, di Indonesia peningkatan urbanisasi mencapai enam kali lipat dalam empat dekade terakhir sehingga membuat daya dukung kota terus menurun dan menyebabkan dampak negatif pada perkotaan.

“Kita bisa lihat kemacetan di Kota Jakarta yang menjadi kota termacet di dunia disusul Istanbul, Mexico City, dan Surabaya. Jadi bayangkan saja, dua kota di Indonesia menjadi kota termacet di dunia. Untuk mengatasi ini kami melakukan perencanaan terpadu perkotaan yang mengacu pada development plan kota-kota baru di Indonesia,” ujarnya di Jakarta, pekan ini.

Salah satu strateginya adalah wilayah perkotaan akan dikembangkan sesuai potensi di wilayah tersebut untuk mewujudkan pengembangan kota baru yang aman, nyaman, efektif, efisien, dan berkelanjutan dengan konsep pengembangan kota cerdas (smart city). Wilayah perkotaan juga merupakan engine growth dengan kontribusi mencapai 74 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

“Kota-kota di berbagai belahan dunia telah mengarah pada pengembangan berkelanjutan. Artinya kota yang dikembangkan harus menjamin memiliki pasokann sumber daya alam yang terus menerus untuk jangka waktu yang lama dengan memerhatikan daya dukung, daya tampung, serta kelestariannya. Kita sendiri telah menyusun kebijakan strategi pembangunan kota nasional untuk tahun 2015-2045,” pungkasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me