Akibat Kemacetan Masyarakat Bisa Minta Ganti Rugi

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Libur panjang pekan ini terkait perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Natal yang jatuh pada Kamis dan Jumat disambung hari libur Sabtu-Minggu, membuat lalu lintas macet total baik di jalan tol maupun arteri nasional. Kemacetan luar biasa ini terjadi pada Kamis (24/12) terutama di jalan tol menuju luar kota.

Kemacetan di tol

Kemacetan di tol

Menurut Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, masyarakat bisa menuntut untuk mendapatkan ganti rugi khususnya akibat kemacetan di jalan tol yang merupakan jalan berbayar. “Pemerintah dan operator jalan tol telah gagal mengantisipasi lonjakan kendaraan terkait libur panjang yang terjadi pada pekan ini sehingga mengakibatkan kerugian yang tidak kecil kepada pengguna jalan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima housing-estate.com, Sabtu (26/12).

Sekurangnya menurut Tulus, ada tiga hal yang menjadi kerugian bagi masyarakat saat terjebak macet. Pertama, jalan tol yang untuk mengaksesnya harus membayar membuat konsumen terjamin dengan kelancarannya, tapi ini kendati sudah membayar tetap terkena macet. Kedua, konsumen harus membayar lebih untuk biaya bahan bakar yang terbakar sia-sia dan juga biaya tambahan lainnya terkait kemacetan yang terjadi.

“Belum kerugian lainnya yang bersifat non materi seperti hilangnya waktu liburan hingga kerugian secara psikologis. Mestinya pemerintah sudah mengantisipasi sejak lama terkait adanya liburan panjang dengan menyiapkan sumber daya yang cukup khususnya untuk petugas lapangan seperti polisi, petugas tol, dan lainnya,” tandasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me